- he-socialite.blogspot.com
Lima tahun berikutnya, saat ulang tahun perak, Pakuwon masuk Jakarta dengan mengakuisisi 83,3 persen saham PT Artisan Wahyu, pengembang superblok Gandaria City di Jakarta. Selain membangun superblok Gandaria City, perseroan kini mengembangkan proyek Kota Kasablanka.
Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghada, menilai kesuksesan Tunjungan Plaza, secara umum menjadi model pengembangan grup Pakuwon di Ibukota Jakarta.
Ia memperkirakan, proyek superblok Gandaria City dan Kota Kasablanka, berpotensi mendulang kocek yang menggiurkan bagi perseroan karena terletak di lokasi yang cukup baik.
"Kota Kasablanka mempunyai lokasi yang strategis, karena terletak di daerah perluasan Rasuna Said, Kuningan, yang masuk dalam kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) Jakarta," ujarnya kepada VIVAnews, Jumat 30 November 2012.
Pakuwon Jati, kata Ali, memiliki strategi yang tepat dalam memilih lokasi proyek-proyek properti. Perseroan tidak mengincar lahan atau tanah di kawasan CBD Jakarta, yang harganya terbilang fantastis. Mereka mencari lokasi, lebih ke posisi yang dekat dengan CBD, yang tentunya harga tanahnya masih murah.
"Dengan CBD yang padat, dengan sendirinya wilayah pengembangan properti akan melebar ke wilayah-wilayah terdekatnya, sehingga dapat menciptakan center of growth baru," kata Ali.
Mungkin, dia menambahkan, kecermatan dalam memilih lokasi dan strategi yang tepat membuat perseroan, termasuk Presiden Komisaris Pakuwon Jati, Alexander, berhasil meningkatkan kekayaannya dari tahun ke tahun. Bahkan berhasil mendorongnya masuk jajaran orang kaya baru di Indonesia.
"Saat ini, Pakuwon masih fokus pada proyek yang ada, tapi infonya sedang mencari lahan baru yang berpotensi menambah pendapatan perseroan," tuturnya.
Kekayaan Alexander Tedja sepertinya akan semakin meningkat, seiring adanya perkawinan anak-anaknya dengan raja-raja bisnis di Indonesia. Dia menikahkan putri keduanya, Irene Tedja, dengan Prjna Murdaya, yang merupakan anak orang terkaya ke-19 di Indonesia versi majalah Forbes, Murdaya Poo dan Siti Hartati Murdaya.