SOROT 304

Universitas Gunadarma

Universitas Gunadarma
Sumber :
  • gunadarma.ac.id

VIVAnews – Orang boleh datang dan pergi, namun Universitas Gunadarma (UG) akan terus tumbuh dan berkembang. Kata itu terlontar dari Rektor Universitas Gunadarma, Prof. Margianti, yang menandai perjalanan universitas ini selama tiga dekade.

Menyandang predikat salah satu dari sepuluh perguruan tinggi terbaik di Indonesia, upaya UG menjaga dan memberikan yang terbaik untuk negara tidaklah mudah. Margianti mengatakan, pencapaian itu tak dibangun sesaat. Perlu waktu. Tiga dekade kampus itu jatuh dan bangun.
 
“Ada pengalaman pahit namun berupaya tetap berpikir positif,” katanya. “Intinya,  selalu berkreasi dan berinovasi di tengah dinamika organisasi dan perubahan lingkungan eksternal,” kata Margianti saat ditemui VIVAnews Juli 2014.

Margianti menyatakan, Universitas Gunadarma berdiri di atas fondasi komitmen untuk terus mengembangkan diri secara institusional dan berkelanjutan. UG menjadi contoh organizational learning yang terus tumbuh ke arah yang lebih baik dari waktu ke waktu.

“Kalau merujuk ke istilah di bidang manajemen mutu, perkembangan UG merupakan buah dari continuous quality improvement,” ujarnya. “Saya percaya juga, kekuatan institusi tersebut dihasilkan dari perjuangan individu-individu, mulai dari para pendiri, pimpinan, serta orang-orang yang bekerja saat ini dan di masa yang akan datang,” kata dia.

Fondasi yang kedua, kata Margianti, yaitu tata kelola perguruan tinggi yang baik, disebut Good University Governance (GUG).  Tata kelola ini menyesuaikan dengan kebijakan dan regulasi dari pemerintah, serta selalu adaptif dengan kepentingan atau kebutuhan dari pemangku kepentingan, khususnya masyarakat dan dunia industri.

“Menjaga kepercayaan masyarakat dan kepentingan nasional menjadi esensi dari pengabdian UG selama lebih dari tiga dasawarsa,” bebernya.

Perubahan tersebut, ungkap Margianti, tidak selalu berjalan mulus. Selalu ada
kontroversi namun hal itu disiasati dengan win-win solution. Dengan jumlah staf pengajar yang mencapai 1.300 orang, sebuah perubahan melahirkan dinamika.

Tantangan Reputasi

Margianti mengaku, pada tahap awal, salah satu tantangan terberat  adalah mengurangi atau menghilangka dikotomi atau perbedaan perlakuan dari pemangku kepentingan terhadap perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). “Kami malah menggunakan kinerja PTS papan atas di Indonesia sebagai benchmark agar kami mempunyai tekad dan semangat untuk terus dapat menunjukkan kinerja yang setara dengan PTN,” kata Margianti.

Upaya tersebut berbuah manis. Tahun 2014, UG merupakan satu dari lima PTS yang memperoleh akreditasi institusi dengan predikat A. Sebagian besar program studi di UG pun telah memperoleh akreditasi A.

Tantangan berikutnya yaitu mensinergikan tiga kompetensi utama, yaitu kualitas SDM, infrastruktur teknologi informasi dan komputasi (TIK), dan tata kelola yang baik. Sinergi itu tertuang dalam periode perencanaan lembaga 2012-2016.

UG menyadari tak hanya ingin mengejar reputasi international semata. Pembangunan reputasi UG juga dalam meningkatkan kepentingan dan daya saing nasional. UG tak hanya ingin maju sendirian sementara masyarakat dan negara masih tertinggal dari negara lain.

“Kami adalah bagian dari kepentingan nasional yang masih relatif tertinggal dilihat indikator Global Competitiveness Index yang menempati posisi ke-38 dari 148 negara untuk edisi tahun 2013-2014, atau indikator yang lebih relevan dengan peran UG,” kata dia.

Ia menambahkan Indonesia menempati posisi ke-64 dari 148 negara untuk edisi tahun 2014 dilihat dari Networked Readiness Index, indeks mengukur kesiapan negara dalam memanfaatkan TIK untuk perkembangan sosial dan ekonomi nasional. 

“Insya Allah, UG dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam membangun masyarakat infromasi yang mengandalkan TIK dalam mensejahterakan masyarakat dan memajukan perekonomian nasional,” ucapnya.

Click University

Benih UG dimulai dari 1981 silam. Saat itu berdiri sekolah tinggi di bidang komputer. Lima belas tahun berselang, bertransformasi menjadi universitas. Tapi transformasi itu masih menyisakan persepsi bahwa perguruan tinggi swasta itu dianggap sebagai perguruan tinggi yang kental dengan TIK.

Namun persepsi itu malah dijadikan visi UG pada rencana strategis periode 2002-2006 yaitu menjadi perguruan tinggi berbasis TIK terkemuka di Indonesia. Dalam rencana strategis 2012-2016, kompetensi di bidang TIK tersebut dijadikan salah satu kompetensi inti UG.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Penguatan Keselamatan Transportasi Maritim Jadi Komitmen BKI terhadap Industri Pelayaran Nasional
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut