Sumber :
- atmajaya.ac.id
Baca Juga
Seluruh keunggulan yang disiapkan Unika Atma Jaya membuat kampus itu meraih predikat Perguruan Tinggi Swasta Unggulan tahun 2012 dan 2013 dari Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah III Indonesia.
Tahun 2013, MIX Marketing Communications menyerahkan penghargaan sebagai Indonesia Best Private University 2013. Penghargaan itu terutama melihat penyelenggaraan jurusan atau prodi Manajemen Pemasaran dan Komunikasi.
Sebelumnya, tahun 2008 Unika Atma Jaya menduduki peringkat ketiga dari seluruh universitas swasta di Indonesia, menurut survei Majalah Globe Asia.
Di 4ICU, Unika Atma Jaya menduduki posisi 18 dari 385 kampus. Dibanding perguruan tinggi swasta lainnya di peringkat itu, Unika Atma Jaya ada di kursi kelima, setelah Universitas Gunadarma, Universitas Bina Nusantara, Universitas Mercu Buana, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Tak dipungkiri, itu semua butuh perjalanan panjang. Menilik sejarahnya, Unika Atma Jaya didirikan pada 1 Juni 1960. Sekelompok cendekiawan muda Katolik pada saat itu mendirikan Yayasan Atma Jaya di Jakarta yang merupakan buah pemikiran rapat Uskup se-Jawa yang diselenggarakan Juni 1952. Saat itu, muncul keinginan mendirikan lembaga pendidikan tinggi berbasis Katolik di Indonesia. Dari Yayasan Atma Jaya di Jakarta, lahirlah Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
Pada mulanya, kampus terletak di Jalan Lapangan Banteng Utara dan kompleks Santa Theresia Menteng. Tahun-tahun awal, Unika Atma Jaya dibantu para suster Ursulin, termasuk soal penyediaan ruang kuliah.
Tahun 1967, lokasi kampus pun pindah. Unika Atma Jaya mulai menempati kampus di Jalan Sudirman, yang lebih dikenal dengan “Kampus Semanggi” karena letaknya berdekatan dengan Plaza Semanggi. Ada pula kampus yang terletak di Pluit, Jakarta Utara. Itu khusus Fakultas Kedokteran, rumah sakit, dan rumah duka.
Tahun demi tahun, Unika Atma Jaya makin berkembang. Dari awalnya ruang kuliah yang dibantu, kini sudah mandiri. Bahkan kampus itu sudah memiliki delapan fakultas dengan tujuh belas program studi untuk program sarjana (S1) dan Program Pasca Sarjana dengan tujuh program magister. (ren)
Mengenal Baitul Hikmah, Tradisi Keilmuan dalam Sejarah Islam yang Melahirkan Ilmuwan Muslim
Pesantren di Indonesia harus mampu malanjutkan tradisi keilmuan seperti di Baitul Hikmah, sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan pada masa kejayaan peradaban Islam.
VIVA.co.id
31 Oktober 2026