SOROT 304

Universitas Kristen Petra

Universitas Kristen Petra Surabaya
Sumber :
  • pttt.web.id

img_title Terungkap! Lagu yang Akan Dirilis Trisha Eungelica Ternyata Dibuat Putri Candrawathi dari Balik Penjara

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Upaya UK Petra itu membuahkan hasil. Kini, ia menjadi salah satu prioritas lulusan SMA di Jawa Timur. Bahkan, bisa dibilang itu kampus swasta pertama yang menjadi pilihan mereka.
img_title Hidupnya Tak Selalu Mulus, 7 Weton Ini Konon Baru Berjaya Setelah Usia 40, Anda Termasuk?


img_title Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Mangkir Pemeriksaan KPK, Dipanggil Ulang Kapan?
Dari peringkat 4ICU, situs yang memberi nomor bagi perguruan-perguruan tinggi di dunia, UK Petra menempati raking ke-27. Dibanding perguruan tinggi swasta lainnya, UK Petra yang ketujuh.

Rolly menjelaskan, dalam 10 tahun terakhir ada melihat pergeseran peminat jurusan di kampus-kampus. Katanya, dulu banyak yang lebih menyukai gelar insinyur ketimbang doktorandus. Namun seiring waktu, ada tren baru yang berkembang terutama sejak munculnya banyak bisnis properti di Indonesia.

Kini minat calon mahasiswa bergeser ke lingkup ekonomi. Banyak yang ingin menjadi tenaga penjualan properti karena tergiur fasilitas bonus. Padahal, menurut Rolly, itu salah kaprah. Di negara maju, katanya, bukan itu yang terjadi.

“Di Taiwan, sarjana teknik lebih tinggi (peminat). Itu karena mindset. Di Indonesia, industri perakitan masih kurang, malah banyak yang jadi distributor,” tuturnya. “Banyak pebisnis, ingin sukses tanpa harus berpikir keras saat kuliah,” ia melanjutkan.

Namun di UK Petra, tren itu tidak berlaku. Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan masih meraup minat tertinggi.

Pengabdian

Kualitas mahasiswa UK Petra tidak untuk disimpan sendiri. Mereka juga “berbagi” melalui pengabdian masyarakat. Program pengabdian masyarakat UK Petra pun terbilang unggulan.

Untuk program itu saja, UK Petra menggandeng berbagai negara. Sehingga, saat mahasiswa terjun ke masyarakat selama sekitar tiga bulan, mereka juga membawa misi global. Pengabdian yang ditunjukkan bukan pura-pura atau formalitas.

“Namanya Community Organization Program (COP). Kami sudah melakukan itu sejak 1996 dan diakui Dikti,” lanjut Rolly. Lewat program itu, mahasiswa dididik untuk menyatu dengan masyarakat.

Mereka tinggal di desa tanpa listrik, terpencil dan tertinggal. Dengan begitu, mahasiswa lebih merasakan kehidupan masyarakat yang susah. Itu juga yang membuat mereka sangat akrab.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Keakraban itu, salah satunya terbukti saat beberapa waktu lalu mahasiswa UK Petra dan mahasiswa asal Korea Selatan melakukan pengabdian masyarakat di Kediri, Jawa Timur. Di sana, mereka menemukan bocah perempuan berumur 10 tahun yang menderita kebocoran jantung.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut