Gurihnya Trending Topics

Spanduk logo Twitter di depan Bursa Efek New York
Spanduk logo Twitter di depan Bursa Efek New York
Sumber :
  • REUTERS/Lucas Jackson

VIVAnews – Hari itu bisa jadi momen tak terlupakan bagi Nabila. Usianya telah menginjak 17 tahun. Di kalangan remaja, masa itu adalah saat yang indah. Mereka biasa menyebutnya era sweet seventeen.

Tak hanya beranjak remaja, nama Nabila pun ikut “ngetop” di dunia maya. Betapa ia tak bangga, ketika tiba-tiba namanya muncul di deretan trending topics (TT) di Twitter.

#SelamatUlangTahunNabila17, begitu hashtag yang nangkring di TT regional Indonesia. Bahkan, beberapa menit kemudian sempat masuk ke TT Worldwide.

Di Amerika, seorang pengguna Twitter yang tak mengenal Nabila sempat tertuju pada hashtag tersebut dan mencari detailnya. Sayang, tak satu pun petunjuk. Semua akun yang me-retweet hashtag itu tidak menyertakan status atau komentar yang berkaitan.

TT Twitter biasanya selalu identik dengan peristiwa heboh yang terjadi di suatu wilayah. Kebanyakan warna TT Twitter dihiasi dengan peristiwa terkait politik, bencana, hingga rumor atau isu selebriti.

Yang terbaru adalah terkait dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat menjadi UU.

Belakangan, jika diamati, daftar TT, khususnya di regional Indonesia, tidak melulu berisi mengenai situasi atau tren yang terjadi saat itu. Daftar TT sering disusupi dengan topik yang kadang tidak penting. Salah satunya seperti isu di atas.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, mengapa isu tidak penting bisa menjadi trending? Ternyata tidak sulit menemukan jawabannya.

Kini ada layanan baru di dunia maya, yaitu “joki” untuk menaikkan topik menjadi trending di Twitter tanpa harus bersusah payah mengerahkan pasukan siber.

Salah satu joki TT Indonesia yang diwawancara VIVAnews, Dhani, mengaku mendapatkan banyak uang dari jasa seperti ini. Sebagai joki trending topics, ia menawarkan jasa dengan harga cukup murah, sekitar Rp100 ribu untuk menempatkan sebuah topik di deretan TT Indonesia. Murah bukan?

Jika 2 jam bisa meraup Rp100.000, bayangkan uang yang terkumpul selama sehari dan sebulan? Rp1,2 juta per hari dan Rp36 juta sebulan.

Sayangnya, pria yang mengaku masih bersekolah ini membatasi pelayanannya dengan menerima order di malam hari. Entah benar atau tidak, dia masih bersekolah, yang jelas saat VIVAnews mengorder jasanya di malam hari, dia menyanggupi penempatan topik yang dipesan pada pukul 11.00 siang.

Hebatnya, saat sms berisi topik yang harus masuk TT Indonesia dikirimkan, tidak butuh waktu lama bagi Dhani untuk memprosesnya, hanya sekitar 15 menit. Topik yang dipesan pun bertengger di TT Indonesia selama dua jam.

Halaman Selanjutnya
img_title