SOROT 324

Pendaratan di Komet Hingga Peretasan Sony Pictures

Premier film The Interview di Los Angeles
Sumber :
  • REUTERS/Kevork Djansezian/Files
VIVAnews
img_title Prabowo Minta Penanganan Karhutla Pakai Inovasi Baru 'Ubi Bombing', Ini Tujuannya
- Pertengahan November 2014, Badan Antariksa Eropa (ESA) berhasil mendaratkan robot Philae di permukaan komet 67P/Churyumov-Gerasimenko. Misi melalui pesawat antariksa Rosetta itu telah diluncurkan sejak satu dekade silam untuk misi membongkar asal usul kehidupan bumi yang dianggap berasal dari bumi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Suzuki e Sky Meluncur, Mobil Listrik Mungil dengan Jarak Tempuh 310 Km

Pendaratan Philae tak begitu mulus. Robot sempat memantul dua kali di permukaan dan sayangnya lagi, lokasi terakhir Philae berada di tebing, yang meleset dari titik target. Masa hidup Philae terbatas, hanya mampu bertahan selama 57 jam saja, sebelum tertidur kehilangan daya.
img_title Pede Banget! Justin Hubner Langsung Kasih Nomor HP ke Jennifer Coppen Tanpa Diminta saat Awal Kenalan


Untungnya, saat masih hidup, Philae telah mengirimkan citra lingkungan sekitar pendaratan. Pesawat pengorbit Rosetta sempat menunjukkan tanda-tanda kehidupan dengan mendeteksi kimia organik di sekitar komet. Belakangan, Rosetta juga mendeteksi unsur air di komet 67P. Sayangnya, analisa temuan air itu menunjukkan karakter air komet berbeda dengan air bumi.

Lukisan Gua Sulawesi Tertua di Dunia

Beberapa lukisan gua yang ditemukan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ternyata berusia 40 ribu tahun, mengalahkan usia lukisan gua di Spanyol. Selama ini lukisan gua di Spanyol yang berusia 30 ribu tahun yang lalu dikenal sebagai lukisan gua tertua.

Sedikitnya ada 138 gua di Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep yang akan diobservasi. Sejauh ini baru 93 gua telah diobservasi dan memiliki lukisan bergambar tangan dan binatang.

Temuan lukisan gua di Maros yang dilakukan peneliti Pusat Arkeologi Nasioal (Arkenas) dan Universitas Wollongong dan Universitas Griffith Australia itu menjadi perhatian dunia. Sebab lukisan di gua Indonesia masuk dalam daftar sains favorit 2014 versi Jurnal populer Science. 

Cangkang Jawa Ubah Sejarah Dunia

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Selain lukisan gua Sulawesi, Indonesia juga mengejutkan dunia dengan temuan cangkang ukir yang dianggap mengubah sejarah manusia selama ini. Sebuah fosil cangkang dari hewan moluska, entah kerang maupun siput, ditemukan di Jawa. Cangkang purbakala itu ternyata telah diukir sedemikian rupa oleh manusia purba sekitar 430.000 sampai 540.000 tahun lalu. Ukiran ini mematahkan teori sebelumnya manusia telah mengenal pola ukir mengukir pada masa kehidupan Neanderthal, sekitar 100 ribu tahun lalu.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut