SOROT 325

Mimpi Menginjak Mars

Ilustrasi pendaratan Curiosity di Mars
Sumber :
  • Space.com/Credit: NASA

img_title Suzuki Baleno Facelift Dijual Rp100 Jutaan, Sudah Punya ADAS Level 2

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fakta tersebut sesuai dengan ciri-ciri yang disampaikan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin mengenai kelayakan suatu planet untuk dihuni.
img_title Erupsi Anak Krakatau Mulai Berakhir, MUI Ingatkan Warga Tetap Waspada dan Patuhi Peringatan Dini


img_title Heboh Ibunda Ayu Ting Ting Diduga Lepas Hijab, Foto Asli atau Editan?
"Suatu planet dikatakan layak untuk ditinggali, jika memenuhi tiga syarat yaitu adanya sumber panas, air, dan organik yang ditemukan di sana," ungkap Thomas yang dihubungi VIVAnews pada Selasa, 30 Desember 2014.

Dengan banyaknya data yang dikumpulkan oleh Curiosity menunjukkan Gunung Sharp berpotensi menjadi jawaban atas potensi layak huni Mars bagi manusia. Semua data itu, menepis fakta-fakta awal mengenai Mars yang menyebut planet merah tidak layak huni.

Mulai dari atmosfir yang tipis hingga suhu yang dingin. Menurut laman space.com suhu di Mars lebih dingin dari planet Bumi yakni minus 60 derajat celcius.
Mars Curiosity Rover

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 Pengiriman Curiosity seakan mewujudkan harapan banyak orang yang ingin melihat dari dekat permukaan Planet Mars. (Foto: Reuters) 

Tamasya ke Mars
Suksesnya pengiriman robot ke Planet Mars membuat angan-angan mengirimkan manusia ke sana mendekati kenyataan. Meski masih terdengar aneh di telinga, namun misi pengiriman manusia ke Mars itu nyata.

Tidak hanya pihak pemerintah yang ingin mewujudkan misi itu, namun juga pihak swasta. Salah satunya adalah perusahaan asal Belanda, Mars One.

Perusahaan itu menyampaikan empat awak yang terpilih, akan dikirim berwisata ke Mars pada tahun 2018 mendatang. Kendati terkesan seperti misi "berani mati", namun proyek ini diminati banyak orang.

Hal itu terbukti, sejumlah besar manusia di bumi tertarik untuk mencari kehidupan baru di Mars.

"Sejak Mars One membuka pendaftaran pada 21 April 2013, hingga saat ini, sudah ada 78 ribu pendaftar," ungkap CEO Mars One, Bas Lansdorp.

Bahkan, dia memprediksi jumlah pelamar untuk misi tersebut akan mencapai setengah juta orang. Jika pengiriman manusia ini pada akhirnya terwujud, maka akan menjadi tonggak sejarah baru dan orang-orang itu akan mencatatkan namanya dalam sejarah.

Untuk mewujudkan proyek monumental itu, biaya yang dibutuhkan sangat fantastis, yakni sebesar US$6 miliar atau Rp58,2 triliun. Sementara, setiap pelamar akan dimintai biaya sebesar US$5 sampai US$75, besarnya tergantung negara asal pelamar.

Misalnya, untuk pelamar dari Amerika Serikat, Mars One mematok biaya US$38 atau sekitar Rp350 ribu per orang. Selain melalui biaya pendaftaran, Mars One akan menawarkan video reality show ke televisi-televisi di seluruh dunia mengenai tahapan-tahapan sebelum empat orang terpilih diterbangkan dan sampai ke Mars.

Dikutip dari situs resminya pada Mei 2014, Mars One menerima sekitar 200 ribu pelamar dari seluruh dunia. Setelah pada Desember 2013 mengumumkan 1.058 kandidat, maka kini tinggal 705 orang yang tersisa. Selanjutnya, 705 orang yang terdiri dari 418 pria dan 287 wanita itu akan diseleksi kembali melalui wawancara.

Selain Mars One, perusahaan bernama Spike One telah merencanakan wisata ekspedisi dengan mengirimkan dua orang ke bulan pada 2002 lalu. Proyek yang dikerjakan bersama beberapa perusahaan lain dan didukung badan antariksa itu, menelan dana sebesar US$1,4 miliar atau Rp13,5 triliun untuk setiap misi yang dijalankan.

Mars Foundation bahkan tengah bersiap-siap meluncurkan sepasang suami istri yang mau plesiran ke Mars di tahun 2018. Waktu yang ditempuh dari Planet Bumi untuk pulang dan pergi mencapai 501 hari. Namun, tidak ada yang menjamin bahwa sepasang suami istri itu bisa kembali dengan selamat.

Inspiration Mars, juga ingin mengirimkan manusia ke Mars. Rencana itu diduga berjalan mulus, karena didukung oleh jutawan asal California, Dennis Tito. Dia menyebut, rencana itu murni untuk kemanusiaan agar bisa mengembangkan ilmu pengetahuan bagi generasi muda.

NASA juga mendukung rencana beberapa perusahaan dan institusi itu. Namun, mereka tidak memberikan dukungan finansial. Semua perusahaan itu masih harus mengumpulkan donasi dan sponsor untuk merealisasikan mega proyek tersebut.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut