- iStock
Harapan satu-satunya adalah dengan mengandalkan keterlibatan vendor lokal. Mereka dipercaya mampu menghadirkan handset LTE dengan harga murah. Bahkan beberapa vendor seperti Evercoss, Mito dan Advan, yang notabene telah memiliki pabrik perakitan ponsel di daerah, telah berkomitmen untuk menggelontorkan smartphone LTE dengan harga Rp1 jutaan di tahun 2015.
Yang menjadi kendala adalah, ekosistem dan antusias pengguna yang belum terlihat, membuat vendor memilih untuk wait and see. Pasalnya, tidak mungkin juga bagi mereka untuk memproduksi handset dalam jumlah yang besar jika peminatnya belum terlihat. Tidak heran jika mereka pun berharap ada niat baik pemerintah untuk memberikan mereka insentif dalam memproduksi handset 4G LTE.
Study GSA melaporkan jika cakupan LTE di pita 1800 MHz di suatu wilayah lebih murah 60 persen ketimbang cakupan di wilayah yang sama dengan menggunakan pita frekuensi lebih tinggi. Bahkan pengembangan LTE di frekuensi tersebut akan lebih cepat diadopsi pasar pengguna akhir. Ericsson Mobility Report baru-baru ini juga memberikan solusi adanya adopsi LTE-Advanced (LTE-A), yaitu memadukan frekuensi yang dimiliki untuk dimanfaatkan secara maksimal.
![]()
Gelaran layanan 4G LTE di frekuensi 900 MHz dianggap sebagai pemborosan. (Foto: www.cnmeonline.com)
Turunnya Layanan SMS dan Suara
Ericsson Mobility Report juga menunjukkan jika konsumsi mobile data akan semakin meningkat seiring dengan semakin cepatnya akses data. Bahkan mobile video akan memberikan kontribusi terhadap konsumsi data terbesar. Sayangnya, kebanyakan konten yang ada, termasuk mobile video, berasal dari luar atau OTT besar, macam YouTube dan Netflix.
Dalam masa itu, layanan suara dan SMS, yang membutuhkan koneksi tradisional jaringan generasi kedua akan semakin tergantikan oleh layanan berbasis internet. SMS digantikan dengan instan messaging atau pesan singkat macam WhatsApp, Blackberry Messenger, Wechat, Line dan Kakaotalk. Sedangkan layanan panggilan suara akan semakin menurun penggunaannya digantikan oleh layanan Voice over Internet Protocol (VoIP) seperti Skype, Viber atau Tango.
Di 2014, dalam sebulan, konsumsi data rata-rata tiap smartphone per bulannya mencapai 0,9 GB. Sedangkan tablet mencapai 1,9 GB dan konsumsi data di PC mencapai 4,3 GB. Dengan 4G LTE, tahun depan, angka ini diprediksi akan naik hampir 30 persen, seiring dengan meningkatnya pengguna smartphone dan dukungan akses cepat 4G LTE. (ren)