SOROT 330

Serdadu Media Sosial

Pelatihan Pemanfaatan Sosial Media TNI
Sumber :
  • Kadispenum Puspen TNI

VIVA.co.id - Hari masih pagi. Arloji di tangan masih menunjuk angka delapan. Namun, puluhan orang berseragam sudah tampak sibuk dalam sebuah ruangan. Mereka duduk berderet, membentuk huruf "U".

Masing-masing menghadap komputer jinjing (laptop) yang terletak di atas meja kayu memanjang. Di depan mereka, seorang perempuan paruh baya terlihat sedang menjelaskan sesuatu. Sesekali, ia mengarahkan telunjuknya pada sejumlah slide yang ditayangkan.

Puluhan orang ini merupakan personel TNI dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pusat Penerangan dan ketiga Angkatan TNI. Pagi itu, mereka mengikuti pelatihan bertajuk "Pemanfaatan Media Sosial".

img_title Tentara Bersenjata Twitter

Pelatihan digelar di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Berbagai materi diberikan dalam pelatihan yang dilakukan pada 28 dan 29 Januari 2015 itu.

“Belajar memanfaatkan media sosial semaksimal mungkin,” ujar Mayor Infanteri Bambang SN, salah satu peserta pelatihan saat ditemui VIVA.co.id di Mabes TNI, Rabu, 4 Februari 2015.

Ia menuturkan, pelatihan ini merupakan langkah awal terkait pemanfaatan media sosial (medsos) oleh TNI. Menurut dia, kemampuan TNI terkait medsos perlu ditingkatkan. Sebab, ke depan keberadaan dunia cyber sangat penting.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sekarang ada keterbatasan. Harus didalami,” dia menambahkan. 

Salah satu personel TNI yang menggawangi Dispenum Puspen TNI ini menambahkan, dunia cyber terus berkembang. Untuk itu, TNI tak boleh ketinggalan. Sebab, sejumlah negara sudah lebih maju dan berkembang dalam pemanfaatan teknologi internet dan medsos.

“Orang sudah lari, jangan sampai kita jalan di tempat,” ujarnya. TNI harus siap menghadapi era cyber, di mana medsos mengambil peran. “Untuk menjaga bangsa dan negara, mau tidak mau kita harus masuk. Sekarang media sosial jadi garis depan. Ini sangat penting dalam jangka panjang.”

Pendapat senada disampaikan Letda Arh Amir Mahari, peserta pelatihan yang lain. Ia mengakui, sebelumnya awam terkait medsos. Namun, setelah ikut pelatihan, ia semakin memahami peran penting wahana dunia maya tersebut. Selain diajari teknis teknologi informasi, ia juga belajar bagaimana membangun opini melalui medsos.

“Ke depan ini bisa dilakukan di batalion-batalion, sehingga mereka tahu dan mengerti, ke depan perang itu akan seperti ini. Kebutuhan akan pemahaman cyber semakin tinggi karena ancaman juga semakin tinggi,” tuturnya.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen M. Fuad Basya, mengatakan, Puspen TNI sebagai corong dari TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara memantau berbagai hal yang terjadi melalui informasi yang berkembang dari berbagai media seperti koran, televisi, dan pemberitaan lain termasuk medsos.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Keriuhan Jadi Gerakan
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut