SOROT 335

Menyimpan Nostalgia di Pasar Kranggan

Pasar Kranggan di Yogyakarta
Sumber :
  • VIVA.co.id/Rochimawati



Kembali ke masa kini, keberadaan Pasar Kranggan yang telah puluhan tahun ini, menjadi salah satu urat nadi  ekonomi rakyat di wilayah Yogyakarta. Di mana istilah pasar mewujud dalam bentuk denotasi, wadah interaksi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.

Geliat Kranggan sudah mulai terlihat sejak pukul 02.00 WIB dini hari, di mana hasil bumi dari seluruh Yogyakarta dan wilayah tetangga berdatangan masuk. Pedagang dan pembeli pun saling menawar dan berinteraksi serta bertransaksi tanpa memandang strata sosial, hingga Kranggan menutup pintunya, sekitar pukul 18.00 WIB.

"Saya biasa belanja di Pasar Kranggan, memang lokasinya agak jauh dari rumah. Tapi, pasar ini lengkap semuanya. Saya belanja untuk kebutuhan sehari-hari, saya ke sini dua hari sekali," kata Yanti, warga Jalan Jambon, Yogyakarta.

Wanita yang lebih suka berbelanja di pasar tradisional itu pun semakin betah setelah Kranggan direnovasi, menjadi lebih terang dan bersih. "Lebih suka belanja di pasar tradisional, selain boleh menawar, semua yang dijual seperti sayur, ikan dan daging masih segar," kata dia.

img_title Bukan Pasar Biasa

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Pusat jajanan pasar

Selain sebagai pasar yang menawarkan hasil bumi, Pasar Kranggan juga sangat dikenal sebagai pusat jajanan pasar. Beragam camilan dengan berbagai rasa dan harga relatif murah bisa didapatkan di pasar yang konon termaktub dalam buku "Takhta Untuk Rakyat", yang mengisahkan kebersahajaan Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Ada sekitar 30 pedagang jajanan tradisional yang berada di Pasar Kranggan. Mereka mulai menggelar dagangannya sejak pukul 04.00 subuh.

"Sudah sejak 1981 jualan jajanan pasar. Awalnya ibu saya dan sekarang saya yang meneruskan," kata Mbak Yani, pemilik toko jajanan pasar berlabel "Slamet".

Panganan ringan tersebut kebanyakan kiriman dari pembuat kue di Yogya dan Magelang. Pembelinya pun beragam. "Biasanya buat rapat, arisan atau acara di sekolah dan kampus. Selain harga murah juga karena yang dijual macem-macem," kata Yani sambil melayani pelanggan.

img_title Siapa Daniel Olaniran? Konten Kreator Viral yang Sebut Indonesia Tak Mengerti Sepak Bola

Pasar Kranggan di Yogyakarta
Suasana di salah satu sudut Pasar Kranggan di Yogyakarta. Foto: VIVA.co.id/Rochimawati

Jadah manten, kipo, tiwul gula merah, risoles, lumpia, dadar gulung, wajik, dan lemper menjadi pilihan favorit pembeli di kiosnya. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp1.000 hingga Rp2.500.

Selain dikenal sebagai salah satu sentra jajanan tradisional, pasar yang berdiri di atas lahan seluas 7.400 meter persegi ini juga dikenal sebagai pasar yang menjual bunga tabur. Seperti kebanyakan pasar lainnya, bagian dalam Pasar Kranggan juga menjual beragam kebutuhan sehari-hari seperti buah, sayur, sembako, konveksi hingga perhiasan emas dan beragam kebutuhan lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Kenapa Mitchell Baker Tak Bisa Perkuat Timnas Indonesia U-20 Padahal Usianya 19 Tahun? Ini Penjelasannya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut