SOROT 335

Pasar PIK: Tempat Belanja Bernuansa Singapura

Suasana di salah satu sudut Pasar PIK
Sumber :
  • VIVA.co.id/Tasya Paramitha
img_title Bukan Pasar Biasa


Awal Pendirian

Building Manager sekaligus Kepala Pasar Fresh Market PIK, Setya Ardi Panca Himawan, mengatakan bahwa pasar ini dibangun sekitar tahun 2005-2006 silam. Akan tetapi, katanya, karena banyaknya persiapan yang harus dilakukan maka untuk grand openingnya atau pembukaan sendiri baru dilaksanakan pada tanggal 16 November 2008.

Menurut dia, pasar tersebut dibangun sebagai salah satu fasilitas perumahan di PIK karena cukup tingginya kebutuhan para penduduk di sana.

"Waktu itu, kita lihat jumlah penduduk yang ada di PIK kayaknya sudah perlu pasar. Sekaligus sebagai barometer perekonomian sebuah tempat itu kan bisa diukur dari pasar, mal, ruko dan sebagainya," jelas Setya saat ditemui VIVA.co.id, Rabu, 11 Maret 2015 di Fresh Market PIK, Jakarta Utara.

Dia mengungkapkan, setelah dibuka, tak bisa dipungkiri pasar juga sempat mengalami pasang surut. Kondisi pasar saat itu tergolong sepi dan belum memenuhi ekspektasi pelanggan.

Namun demikian, seiring dengan perkembangan PIK yang pesat, otomatis kebutuhan masyarakat pun bertambah. "Awal tahun 2010, akhirnya grafik kita naik dan sampai sekarang belum pernah turun," tuturnya.

Dengan meningkatnya grafik pengunjung pasar, katanya, disebabkan oleh banyaknya kios-kios yang menawarkan aneka ragam hidangan di lantai ground floor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suasana di salah satu sudut Pasar PIK

img_title Sarwendah Serahkan Pemeriksaan Psikolog Forensik Hingga Soal Kesehatan Ruben Onsu, Siap Jadi Bukti Kuat di Persidangan

Sejumlah pengunjung menikmati makanan di food court Pasar PIK, Jakarta Utara. Foto: VIVA.co.id/Tasya Paramitha

Di sanalah letak food court atau tempat aneka makanan pasar yang selalu diserbu pengunjung pada pagi hari di saat pasar baru buka pada pukul 05.30 WIB hingga siang hari.

Setya menyampaikan bahwa kios-kios makanan memang sengaja ditempatkan oleh pengelola untuk menarik pengunjung.

"Bisnis yang tidak lekang dimakan zaman itu bisnis makanan. Seiring dengan konsep PIK sendiri yang menjadi pusat kuliner, owner minta dijadikan konsentrasi makanan," ungkapnya.

Dari situ lah, Setya menerangkan bahwa pengelola kemudian lebih fokus ke arah kuliner pasar. Akan tetapi, dia mengaku, hal tersebut bukan berarti meninggalkan yang lainnya.

"Pihak pengelola ingin membuat PIK tak hanya sebagai tempat berbelanja, namun juga pusat kuliner. Hal itu sudah tercapai. Pasar ini sekarang telah menjadi salah satu destinasi kuliner. Banyak orang dari Jakarta Selatan dan Bekasi yang rela datang jauh-jauh hanya untuk mencoba makanan di sini," ujarnya.

Wisata Kuliner

Nah, bicara mengenai kuliner pasar, di sini mayoritas kios menjual Chinese Food atau makanan-makanan China. Penyebabnya karena masyarakat yang tinggal di kawasan PIK umumnya merupakan keturunan China atau peranakan.

Saat Anda mengunjungi area food court maka akan menemukan kios-kios Kopitiam, Mi Udang khas Singapura, Mi Hakka, Bak Kut Teh, Bihun Bebek, Bubur khas China dan masih banyak lagi. Kios-kios tadi mengelilingi puluhan bangku dan kursi sederhana yang ditata rapi.

Jika dilihat sekilas, benar-benar mirip dengan yang mungkin pernah Anda temui di pusat kuliner pinggir jalan di Singapura. Tak mengherankan memang, karena kabarnya sang pemilik secara khusus mendatangkan konsultan asal Singapura saat membangun pasar ini.

Segala menu pun menunggu dipilih pengunjung. Ada juga masakan ala Asia Timur, kawasan Timur Tengah, Eropa, hingga Mediterania siap menguji selera Anda.

Saat berkunjung ke sana, Anda patut mampir ke kios bakmi legendaris, yaitu Bakmi PIK yang terletak tepat di sebelah kanan pintu masuk pasar. Bisa dikatakan bahwa kios yang satu ini tak pernah sepi pengunjung dari buka hingga tutup.

Anda bisa memilih bakmi yang dipesan baik itu bakmi ayam atau bakmi babi yang dihidangkan bersama semangkuk kuah kaldu segar dengan taburan daun bawang. Taburan daging di atas bakmi terbilang cukup banyak.

Tekstur bakminya sendiri begitu kenyal dan tidak keriting, melainkan lurus-lurus. Rasanya pun sangat berbeda karena dibuat homemade alias racikan tangan sendiri.

Tak hanya bakmi, kios ini juga menawarkan deretan menu lezat lainnya mulai dari bihun ayam atau babi, kwetiau, locupan, suikiau, nasi tim, bubur hingga siomay. Tentu seluruhnya dimasak dengan bumbu-bumbu khas China.

Hidangan lain yang menjadi primadona di pasar PIK adalah Mie Babat Baikut 89 khas Bogor yang terletak di lorong belakang food court. Cita rasa mi ini cukup unik dengan kuah yang tak begitu gurih, namun sangat segar.

Uniknya lagi, mi tak hanya disajikan bersama babat, tapi juga labu dan potongan daun bawang yang digoreng kering hingga warnanya berubah menjadi hitam. Taburan daun bawang gosong inilah yang memberikan efek unik, terutama saat menyeruput kuah mi babat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Ada Demo di Jakarta, Transjakarta Ubah 8 Rute, 237 Layanan Tetap Normal
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut