- REUTERS/China Daily
Laut China Selatan
Meski sempat tak melirik ekspansi militer, akhirnya China memperluas jangkauan strategis. Wilayah Laut China Selatan menjadi area yang kini dipertahankan mati-matian oleh China.
Wilayah yang juga diklaim oleh Jepang, Filipina dan Vietnam, dikuasai China. Menggunakan dalil Nine Dash Line, yang dibuat RRC pada tahun 1947. Nine Dash Line, awalnya adalah Eleven Dash Line, pertama kali diperkenalkan sebagai sebuah peta yang dipublikasikan oleh RRC untuk menegaskan klaimnya pada wilayah Laut China Selatan.
Sampai sekarang, China menggunakan dalil itu untuk mengklaim wilayah yang masih menjadi sengketa. Di sana, China membangun pulau buatan, dan menegaskan kedaulatan atas perairan sekitarnya.
Meski Filipina, Jepang, dan Vietnam menolak klaim tersebut, namun China tak peduli. Negara itu terus memperkuat pertahanan disana. Pertengahan Desember, China menggelar latihan militer “serius” di wilayah tersebut.
Di sana, China mengerahkan semua alat tempurnya. Kapal perang, kapal selam, dan jet tempur digunakan untuk melakukan simulasi perang.
Aksi China ini menuai kecaman dari negara tetangga yang merasa wilayah itu masih sengketa dan belum resmi milik China. Panglima Armada Pasifik Amerika Serikat bahkan memperingatkan, aksi China bisa memunculkan perlombaan pamer senjata bisa melanda kawasan itu.
![]()
Wilayah Laut China Selatan menjadi area yang kini dipertahankan mati-matian oleh China. FOTO:
Banyak negara akan tergoda untuk mengerahkan kekuatan militer untuk menyelesaikan pertengkaran teritorial. Menanggapi komentar AS, Menteri Luar Negeri China , Wang Yi, dengan tegas meminta negara lain untuk tenang karena menurutnya, wilayah itu sangat stabil.
Saat melakukan kunjungan ke Berlin, Wang Yi menyindir sikap AS dengan tegas. “Negara-negara yang tak berada dalam kawasan dan memiliki perhatian pada wilayah ini, dan kami sangat mengerti tentang itu.
Namun menurut kami, wilayah ini membutuhkan dukungan untuk menjaga stabilitasnya dibanding mengganggu ketenangan atau mengadu domba negara lainnya,” katanya seperti diberitakan oleh Reuters, 19 Desember 2015.
Tahun 2015 sudah berakhir. China diprediksi masih akan menguat sepanjang 2016. Berdasarkan laporan The Forbes Global 2000, sepanjang 2015, perusahaan-perusahaan China dalam daftar ini meraup pendapatan hingga US$4,6 triliun.