SOROT 389

Menampung yang Tak Beruntung

Ilustrasi/Belajar di pesantren.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian

Gus Imam mengatakan, setiap santri mendapatkan jatah makan secara cuma-cuma. Mereka tak perlu mengeluarkan uang untuk makan selama belajar di pesantren.

img_title DPR Dorong Penanganan Terpadu Atasi Karhutla dan Kebencanaan di Indonesia

Selain itu, pesantren tak menarik biaya untuk sekolah. Sebaliknya, setiap santri mendapatkan perlengkapan untuk belajar, mulai dari kitab hingga alat tulis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pesantren tak menarik biaya sepeser pun dari siswa. Semuanya gratis,” ujarnya. Hal itu diamini kakaknya, Gus Abror. Menurut dia, pesantren yang ia pimpin membebaskan santrinya dari segala biaya.

img_title Aktivitas Vulkanik Menurun, Warga Sekitar Gunung Anak Krakatau Diimbau Tetap Waspada

Menurut dia, selain makan dan alat tulis, pesantren juga membagikan perlengkapan mandi secara cuma-cuma. Menurut dia, pesantren hanya membebankan orangtua atau wali santri untuk menitipkan uang Rp60 ribu ke pesantren untuk uang jajan.

“Uang itu akan ditampung pengurus dan nanti dikembalikan kepada santri. Itu pun kalau mampu. Kalau tidak, ya sudah kami handle juga,” ujarnya seraya tertawa.

img_title AHY ke Kader Demokrat: Siapkan Diri Kita, Pemilu Itu Awal 2029

Gus Abror mengatakan, ia membebaskan santri dari segala biaya karena mereka tidak mampu. “Pertimbangan paling mendasar kenapa kami tidak menarik biaya sepeser pun, karena rata-rata mereka tidak mampu. Maka kami nggak menarik apa pun kepada mereka,” dia beralasan.

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/03/25/56f53580b32b5-muhammad-abror-atau-gus-abror-pengasuh-pondok-pesantren-nurul-huda_663_382.jpg

Muhammad Abror atau Gus Abror, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda. Foto: VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian

Ahmad Muhsin Al Akhbar (14) membenarkan. Salah satu santri di Ponpes Nurul Huda ini mengatakan, ia tak pernah ditarik biaya oleh pesantren. Meski demikian, semua kebutuhannya dipenuhi oleh pengelola Ponpes Nurul Huda.

“Gratis. Dapat makan, alat tulis dan perlengkapan mandi,” ujar santri asal Cilacap, Jawa Tengah yang menginjak kelas satu SMP ini.

Komentar senada disampaikan Zaenal Azis (16). Santri asal Bumiayu, Brebes ini mengatakan, ia sudah hampir tiga tahun nyantri di Ponpes Nurul Huda. Namun, selama belajar di pesantren, ia tak pernah ditarik bayaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Selain sekolahnya gratis, masih dapat makan dan uang saku,” ujarnya.  

Pesantren yang menginspirasi Zona Bombong, sebuah komunitas yang peduli dengan kerja-kerja sosial ini tak pernah menolak santri. Siapa pun bisa menjadi santri asal memenuhi syarat. “Kriterianya yatim, piatu, dhuafa dan ada surat keterangan dari desa,” ujar Gus Abror.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut