- REUTERS/Toru Hanai
Sedangkan pengamat telematika, Abimanyu Wahyuwidajat, mengatakan, ketimbang memblokir Pokemon Go, Indonesia bisa melakukan pencegahan dengan mengamankan fasilitas publik atau vital melalui pemutusan sinyal seluler. Menurut dia, teknologi yang berpotensi menjadi akses intel asing tidak hanya Pokemon tapi semua perangkat elektronik memiliki potensi yang sama.
Seorang warga memainkan game Pokemon Go di New York, Amerika Serikat. Foto: REUTERS/Mark Kauzlarich
“Pasang saja jammer untuk mengamankan fasilitas vital di pemerintahan dan instansi pertahanan keamanan. Ketimbang memblokir. Jika ada intel atau pihak keamanan yang bermain Pokemon Go saat berdinas dan menggunakan perangkat yang seharusnya untuk dinas, mereka adalah orang yang paling bodoh. Semua ada SOP-nya. Jika ada yang seperti itu pecat saja,” ujar Abimanyu.
Berbeda dengan solusi dari Wakil Ketua Desk Ketahanan dan Keamanan Cyber Nasional, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Marsekal Pertama Prakoso. Dia mengatakan, jika tidak mungkin untuk memblokir sebuah aplikasi game yang sifatnya global. Meski tetap harus waspada, edukasi tetap harus dilakukan, termasuk berupaya membuat aplikasi tandingan.
“Melarang juga perlu ada solusi kan. Buat saya, di satu sisi melarang, mungkin solusinya lain misalnya menciptakan permainan sepopuler Pokemon dalam bentuk lain. Dibuat tandingan.biar masyarakat memilih, teredukasi dan mencerdaskan mereka,” kata Prakoso.
Fahmi sependapat dengan Prakoso. Menurut Fahmi, teknologi harus disikapi bijak dengan menggunakan teknologi lain. Salah satunya adalah membuat kompetisi di perguruan tinggi untuk membuat permainan serupa.
“Sebenarnya teknologi ini tidak terlalu sulit. Bikinlah yang kaya begini, tapi khas Indonesia, yang mendidik. Itu yang lebih joss. Daripada kita khawatir dengan Yahudi-lah, CIA-lah,” kata dia.
Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja, yang juga pernah menjabat sebagai staf di Deputi Keamanan Ketahanan Informasi Cyber Nasional Menhankam pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pemerintah menjadikan isu game Pokemon Ho ini sebagai momentum untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang saat ini ada.
“Saya kira bukan hanya pemerintah saja, tapi seluruh multi stakeholder harus bersama-sama memahami dan menyadari titik-titik kerawanan yang mengancam keamanan negara saat ini,” kata Ardi.