- Bimo Aria/VIVA.co.id
![]()
Jasa Herman sebagai tukang cukur terus berlanjut hingga Jokowi menjadi presiden Indonesia ketujuh. Sehari sebelum pelantikannya, Herman dipanggil untuk memangkas rambut mantan Wali Kota Solo itu. Ditemani Marcello, Herman datang ke Istana Negara. (ANTARA FOTO/Setpres/Cahyo Bruri Sasmito)
Jasa Herman sebagai tukang cukur terus berlanjut hingga Jokowi menjadi presiden Indonesia ketujuh. Sehari sebelum pelantikannya, Herman dipanggil untuk memangkas rambut mantan Wali Kota Solo itu. Ditemani Marcello, Herman datang ke Istana Negara.
Pria yang akan berusia 40 tahun pada Juni mendatang ini mengaku masih grogi saat memangkas rambut presiden, meski sebelumnya sudah sering melakukannya saat Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. "Waktu Pak Jokowi jadi gubernur, saya grogi. Lalu saat jadi presiden, tambah grogi. Kalau sekarang masih grogi tapi sedikit," kata Herman yang mulai menjadi tukang cukur pada usia 23 tahun.
Biasanya, dia membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit memangkas rambut Jokowi. Soal model, presiden yang ramah dan suka bercanda itu hanya minta rambutnya dirapikan.
Dan saat memangkas rambut, dia kerap berbincang mengenai hal-hal ringan. Misalnya soal putranya, yang sering potong rambut dengannya. Herman yang mulai memangkas rambut sejak tahun 2000 tentu saja senang dan bangga bisa memangkas rambut presidennya. Karena itu, soal bayaran, bukan menjadi ukuran.
Selain kebanggaan dan kepercayaan yang diperoleh, keluarga dan teman-temannya pun merasakan hal yang sama. Bahkan setelah dia dikenal sebagai tukang cukur Jokowi, banyak pelangan yang ingin dilayani. Sehari dia bisa melayani sekitar 15 pelanggan.
"Bukan masalah finansial tapi kepercayaan, teman-teman dan keluarga juga merasa bangga," ucap Herman yang kali pertama memotong dibayar Rp5.000.
Â
Adi Sundari, pelanggan cukur Herman mengatakan sudah cocok dengan potongan tukang cukur Jokowi tersebut. Karena itu, sejak kali pertama hingga saat ini, dia selalu menggunakan jasa Herman untuk memangkas rambutnya.
"Tukang cukur itu cocok-cocokkan. Pertama kali datang sampai tiga kali, potongan dia selalu konsisten, itu yang penting. Jadi tiap ke sini, selalu dengan Mas Herman," kata karyawan perusahaan swasta tersebut. Â