SOROT 454

Katupek Sumatera Barat, Tak Hanya Saat Lebaran

Seorang penjual menganyam ketupat dagangannya di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Banten
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

VIVA.co.id – Bagi masyarakat Indonesia, bukan Lebaran namanya kalau tidak makan ketupat. Bahkan di beberapa daerah di Tanah Air ada yang dinamakan Lebaran Ketupat. Jawa menjadi daerah yang paling kental akan tradisi Lebaran kedua yang biasanya dirayakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri tersebut. Ternyata itu bermula dari Raden Mas Sahid, anggota Wali Songo yang dikenal dengan sebutan Sunan Kalijaga.

img_title Operasi Ketupat Jaya 2026 Dimulai 13 Maret! 6.800 Personel Disiagakan, 101 Pos Didirikan

Dialah yang memperkenalkan dan memasukkan ketupat, simbol yang sebelumnya sudah dikenal masyarakat, dalam perayaan Lebaran Ketupat yang dilaksanakan pada tanggal 8 Syawal atau sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri dan enam hari berpuasa Syawal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut kajian H.J. de Graaf dalam Malay Annal, ketupat sudah merupakan simbol perayaan hari raya Islam pada masa pemerintahan Demak yang dipimpin Raden Patah pada awal abad ke-15. De Graaf menduga kulit ketupat yang terbuat dari janur kelapa berfungsi untuk menunjukkan identitas budaya pesisiran yang ditumbuhi banyak pohon kelapa. Warna kuning pada janur dimaknai de Graff sebagai upaya masyarakat pesisir Jawa membedakan warna hijau dari Timur Tengah dan merah dari Asia Timur.

img_title Cara Simpan Ketupat yang Benar, Dijamin Awet dan Gak Cepat Berair!

Ketupat

Ketupat usai dianyam dan siap dijual oleh pedagang di Jakarta. (VIVA.co.id/Shintaloka Pradita Sicca)

img_title Cara Buat Daging Rendang Jadi Empuk dan Tidak Alot, Hidangan Lebaran Dijamin Lebih Enak!

Ketupat sendiri memiliki makna yang luar biasa di balik namanya. Menurut Slamet Mulyono dalam Kamus Pepak Basa Jawa, kata ketupat berasal dari kupat. Parafrase kupat adalah 'ngaku lepat', yang artinya 'mengaku bersalah'. Janur atau daun kelapa yang membungkus ketupat merupakan kependekan dari kata 'jatining nur', yang bisa diartikan 'hati nurani'. Secara filosofis, beras yang dimasukan dalam anyaman ketupat menggambarkan nafsu duniawi. Jadi, bentuk ketupat melambangkan nafsu dunia yang dibungkus dengan hati nurani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal yang sama diungkapkan Pakar Kuliner Indonesia, Linda Farida Rahmat. Selain ngaku lepat, ada istilah laku papat yang juga ada di balik makna ketupat. Laku papat adalah empat hal yang harus dilakukan di Idul Fitri, yaitu lebaran, luberan, leburan dan laburan.

"Kalau lebaran setelah puasa, kita meminta maaf, dilebarkan hatinya untuk memaafkan orang lain dan berhati besar untuk minta maaf sama orang. Kalau luberan, luber itu artinya melimpah. Jadi karena banyak, kita harus berbagi dengan orang yang kurang beruntung, kita suka kasih sedekah, itu jadi kebiasaan sebelum Lebaran, seperti zakat misalnya," ujar Linda saat dihubungi VIVA.co.id lewat sambungan telepon beberapa waktu lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut