- ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
"Pantura itu kan sudah jadi. Sebagai aset dia harus dipelihara," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Herry Trisaputra Zuna, Kamis, 15 Juni 2017.
Menurut Herry, saat ini pemerintah sudah menargetkan pada 2018, jalan Trans Jawa yang meliputi Jalan Daendels akan jadi jalan masa depan.
"Tinggal tiga ruas lagi, Semarang-Solo, Solo-Ngawi-Kertosono, dan Pemalang Batang. Ditargetkan tahun 2018 selesai," katanya.
Direktur Jenderal Bina Marga, Arie Setiadi Moerwanto, menambahkan, berangkat dari Jalan Daendels akhirnya memang menginspirasi terbukanya akses jalan lain untuk mobilitas.
Apalagi, Indonesia memang masih mengandalkan jalur darat sebagai akses penumpang maupun pengangkutan logistik. Hanya saja, lanjut Arie, pemerintah akan membagi porsi beban Jalan Daendels dengan ketersediaan tol.
Sebab, selama ini Jalan Daendels memang sudah terlalu tinggi mobilitasnya. Untuk itu, cukup riskan jika hanya sebatas diperbaiki. Atas itu, pemerintah pun sudah merancang jalan tol yang sejajar dengan Jalan Daendels.
"Makanya sekarang kita banyak sekali bangun jalan tol. Kita punya total di bawah 1.000 kilometer jalan tol. Dan insha Allah dalam lima tahun kita akan bangun 1.800 kilometer jalan tol," ujar Arie.
Arie tak menampik, meski kini memang telah ada beberapa tol alternatif, Jalur Daendels atau Pantura tetap menjadi favorit para sopir. Tol Cipali misalnya, meski kini telah beroperasi, faktanya hanya mampu mengurangi 15 persen arus lalu lintas di Pantura.
Menurut Arie, kondisi itu ditengarai oleh pola transportasi angkut di Jawa yang jarang sekali untuk sekali perjalanan, misalnya Jakarta-Surabaya.
"Pola angkutan kita itu sedikit yang end to end. Misalnya, mereka mengirim barang dari Jakarta ke Cirebon. Nanti di Cirebon cari angkutan lagi," katanya.
Terlepas itu, kini jalur rintisan Daendels sepanjang 1.000 kilometer telah menjadi pijakan awal infrastruktur transportasi di Pulau Jawa. Terlepas kontroversinya, jalur ini menjadi urat nadi penting bagi berputarnya uang di tanah Jawa.
Mau tak mau, Daendels telah memberi pengaruh besar bagi Indonesia. Dosanya yang mungkin menewaskan belasan ribu pekerja paksa menjadi catatan kelam.Â