SOROT 471

Polah Kids Zaman Now

Sejumlah wanita mencoba gadget baru iPhone 8 Plus di Singapura
Sumber :
  • REUTERS/Edgar Su

Deputi Direktur Lembaga Survei Kedai Kopi, Vivi Zabkie, pun tak jauh berbeda pandangannya. Berdasarkan survei yang mereka lakukan terkait pandangan politik anak muda terhadap pemerintah dan Indonesia, Generasi Z punya perhatian terhadap kehidupan lain di luar dirinya.

img_title Podcast Pilihan Milenial dan Generasi Z Indonesia untuk Meredam Stres

Kata Vivi, mereka mengikuti perubahan apa yang terjadi di Indonesia. Asumsi orang bahwa generasi yang lebih muda tidak terlalu peduli, ternyata tidak terbukti. Ketika ditanyakan isu-isu terkini, mereka cukup paham.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mereka digital savvy, memang ada perubahan gaya hidup dari generasi kita, tapi mereka adalah orang-orang yang lebih peduli sebenarnya. Mereka peduli dengan apa yang terjadi di sekitar mereka, jadi mereka bisa dikatakan cukup perhatian lah dengan kondisi sekitar. Artinya, tidak mengabaikan apa yang terjadi di sekitarnya," ujar Vivi di Kantor Kedai Kopi, Tebet, Jakarta Selatan.

img_title Perguruan Tinggi Perlu Siapkan Kurikulum Generasi Z

Salah satu karakter dari Generasi Z ini juga punya jiwa wirausaha yang tinggi. Penelitian dari High School Careers pada 4.769 anak, termasuk di antaranya 172 siswa SMA dan 4.597 mahasiwa, menyatakan 72 persen pelajar dan 64 persen mahasiswa ingin memulai bisnisnya sendiri suatu hari.

Dan Schawbel dalam tulisannya berjudul Why Gen Z May Be More Entrepreneurial Than Gen Y dalam situs enterpreneur.com menjelaskan, Gen Z punya lebih banyak sumber, mentor, dan akses untuk menjadi seorang pebisnis sukses, yang tidak bisa dijangkau oleh Gen Y kala itu. Faktor lainnya adalah tekanan dari orangtua yang menuntut mereka untuk bisa merasakan pengalaman profesional sejak masih SMA.

img_title Puan Kenalkan Cara Kerja DPR ke Generasi Z Lewat Parlemen Remaja

"Dalam penelitian kami, setidaknya 55 persen siswa SMA mengatakan orangtua mereka memberi tekanan pada mereka untuk merasakan sebanyak-banyaknya pengalaman profesional selama sekolah. Orangtua mereka sebenarnya lebih banyak menekan mereka soal karier daripada tekanan ekonomi yang sedang mereka hadapi," tulisnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika banyak orang yang tak mempercayai Generasi Z, penelitian menghasilkan 54 persen Baby Boomers memperkirakan masa depan generasi ini akan memburuk, anak-anak ini tegas menyangkalnya. Mereka optimistis bisa menjadi orang kreatif dan sukses dengan pemanfaatan teknologi.

Remaja 17 tahun bernama Emily, dilansir BBC, mengatakan, media sosial tak hanya sebatas jejaring pertemanan saja bagi mereka. Gen Z membangun karier di sana. Mereka bahkan menjadikan Facebook, Instagram, sebagai CV mereka yang berharga.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut