- REUTERS/Guglielmo Mangiapane
Beberapa konten video di channel YouTube miliknya memang sangat bermanfaat karena berisi DIY things, tutorial, travel serta hal-hal menarik dan menyenangkan.Â
Remaja-remaja generasi Z ini memang lebih produktif dibanding generasi sebelumnya. Di usianya yang belum genap 20 tahun, Dinda sudah memiliki 200 ribu orang yang mengikuti kegiatannya. Dia juga sudah bekerja sama dengan label besar.Â
Bahkan dalam salah satu videonya, Dinda buka-bukaan habis belanja tas bermerek dengan nilai hampir Rp100 juta dari koceknya sendiri. Tas yang dibelinya adalah tas bermerek, seperti Coach, Michael Kors, Kate Spade, dan Longchamp. Tidak hanya untuk pribadi, tapi Dinda juga membeli untuk ibu dan saudaranya. Ini tentu saja bukan lagi privasi.
Tapi itu membuktikan bahwa di usia masih sangat muda, dia sudah menghasilkan uang dengan kreativitas dan produktivitasnya. Sama dengan Dinda, Omar juga sudah menghasilkan pundi-pundi rupiah dari profesinya sebagai bintang iklan, model dan aktor ketika masih kuliah. Ini sesuai dengan penelitian CGK yang menyebutkan, generasi Z lebih cerdas soal duit, membayar kuliah atau belanja dengan tabungan pribadi, dan bekerja sambil kuliah.Â
Tak cuma itu, mereka juga peduli pada penampilan karena busana dan dandanan yang baik akan memberi kesan yang positif.
Dinda sendiri mulai memperhatikan penampilan sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), ketika dia sadar bahwa tampil cantik itu penting. Dinda suka gaya busana yang berbeda karena senang menjadi pusat perhatian. Namun, pada dasarnya, gaya sporty dan dress adalah favoritnya, dengan tas menjadi item wajibnya.
Sementara soal riasan, dia mulai mengenal make-up dua tahun lalu. Meski telah memakai make-up sejak usia 15 tahun, namun sebagai vlogger, Dinda tak selalu tampil full make-up. Kadang dia membebaskan wajahnya dari riasan.Â
"Sometimes, aku cuma pakai lip tint, lip balm dan moisturizer yang ada sunscrene-nya," kata remaja kelahiran Jakarta ini.Â
Sedangkan bagi Omar meski fesyen itu penting, namun dia tak ingin menjadi korban mode. Omar hanya memakai pakaian yang disukainya, sesuai karakter dan nyaman.