PNS Bukan Hanya Duduk di Kantor dan Terima Gaji Bulanan

Menpan-RB Syafruddin
Menpan-RB Syafruddin
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Memasuki tahun politik, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menjadi salah satu kementerian yang mengalami suksesi. Menteri sebelumnya, Asman Abnur, mundur dari jabatan karena Partai Amanat Nasional memilih mendukung capres Prabowo Subianto. Sebagai kader PAN, Asman tunduk pada kebijakan partai. 

Hanya tersisa satu tahun sebelum terjadi suksesi dan perombakan kabinet pemerintahan, Presiden Jokowi harus segera mencari pengganti Asman Abnur. Setelah beberapa nama berseliweran, akhirnya Jokowi menunjuk Wakapolri Komjen Syafruddin untuk menggantikan posisi Asman Abnur.

Tanggal 15 Agustus 2018, Syafruddin dilantik sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Syafruddin menerima tugas tersebut, dan siap bekerja keras menyelesaikan pekerjaan yang tertunda.

Syafruddin adalah pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 12 April 1961. Ia lulus dari Akademi Kepolisian pada tahun 1985. Jabatan terakhirnya sebelum menjadi menteri adalah Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Wakapolri. Ia pernah menjadi ajudan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Sejak dilantik menjadi menteri, Syafruddin mengatakan, ia sudah dilantik menjadi sipil.

Sejak usai dilantik, ia mengatakan kepada wartawan, akan fokus menyelesaikan program kerja yang sudah disusun oleh pendahulunya, Asman Abnur. "Dalam waktu satu tahun lebih sedikit ke depan ini, saya akan menyelesaikan program yang telah dirancang untuk lima tahun. Ya saya selesaikan saja," ujar Syafruddin kepada wartawan, setelah dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018.

Jawaban tersebut juga ia sampaikan lagi kepada VIVA saat menemuinya untuk melakukan wawancara khusus, Selasa, 2 Oktober 2018. Ia menerima VIVA di ruang kerjanya di Gedung Kemenpanrb di Jakarta Selatan. Di sela-sela waktunya yang sempit, Syafruddin tetap menegaskan bahwa ia akan terus bekerja menyelesaikan semua pekerjaan meski waktunya sempit. Dan pekerjaan terbesarnya saat ini adalah menyelesaikan proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil 2018, juga terus melakukan reformasi birokrasi agar ASN dan PNS semakin meningkatkan mutu layanan mereka terhadap publik.

Berikut petikan wawancara Syafruddin dengan tim VIVA.co.id. Selamat menyimak: