Kita Ingin Bangsa Ini Dipimpin Orang yang Optimis
- VIVA/M Ali Wafa
Anda senang dipilih menjadi orang nomor satu di TKN?
Buat saya, ini merupakan apresiasi karena dipercaya beliau.
Bagaimana Anda melihat figur Jokowi?
Saya melihat beliau adalah figur yang baik, dan masih terbaik sampai saat ini. Kita itu sekarang terjebak pada Pemilu yang hanya 5 tahun sekali. Kita terjebak cari presiden. Padahal yang harus kita gali sebenarnya kita itu kan mencari imam, mencari bapak, mencari sahabat.Â
Untuk siapa?
Untuk kita semua dan rakyat.Â
Kenapa?
Ketika tokoh-tokoh terpilih pada sebuah jabatan, kadang sering lupa tugas utamanya. Nah ini yang harus kita pastikan. Pemimpin mana yang benar-benar bekerja untuk rakyat.
Apa yang membuat Anda bersedia menjadi Ketua TKN?
Saya dengan track record saya, tidak mungkin bekerja sama, misalnya dengan pemimpin yang tidak bisa menjadikan Indonesia lebih maju.
Maksudnya?
Kebetulan saya aktif di dunia olahraga. Ketika saya bersama komunitas basket, membangun bola basket nasional, kita memberanikan diri mengambil kejuaraan dunia bola basket 2023. Artinya apa? Kita ingin Indonesia maju.
Apa hubungannya dengan TKN dan Jokowi?
Kita ingin bangsa ini dipimpin oleh orang yang optimis. Kita tidak mau terjebak di pesimis. Nah, individu yang membangun bola basket, pasti orang-orang yang optimis, apalagi kalau didukung oleh pemerintahan yang optimis.
Saya berpikir, bahwa seyogianya kita ini menjadi negara besar. Dari data yang ada, prediksinya 2030 kita masuk 6 sampai 8 besar. 2050 kita diprediksi akan menjadi ekonomi 4 besar dunia. Ini kan sesuatu yang luar biasa. Momen itu harus kita ambil.
![]()
Ketua TKN, Erick Thohir
Apa yang membuat Anda tertarik terjun ke gelanggang politik?
Saya tetap memposisikan diri bukan di dunia politik. Saya me-manage politik. Kalau saya masuk politik resmi, saya akan menjadi anggota DPR, masuk partai atau menjadi kepala daerah. Kan sesudah April saya tetap sebagai Erick Thohir lagi. Sebagai pengusaha, yang juga senang berkecimpung di dunia olahraga dan media. Saya tidak berubah. Hari ini kebetulan mendapat tugas me-manage. Itu saja.
Anda tidak hanya me-manage pasangan Jokowi-Maruf, namun juga partai-partai anggota koalisi yang karakter dan kepentingannya beragam. Apakah ada kendala?