Kalau Ingin Jakarta Tak Macet, Butuh 300 Km Jalur MRT Baru

William Sabandar, Direktur Utama PT MRT Jakarta,
William Sabandar, Direktur Utama PT MRT Jakarta,
Sumber :
  • VIVA/Purna Karyanto

VIVA – Pembangunan proyek Mass Rapid Transit Jakarta fase I rute Bundaran HI-Lebak Bulus kini telah mencapai 98,6 persen. Moda transportasi ini ditargetkan dapat beroperasi komersial pada minggu ketiga atau keempat Maret 2019.

Dalam perjalanannya proyek ini memang tak mudah hingga sempat mangkrak sampai 26 tahun. Bahkan, pada masa awal pembangunan dibutuhkan keberanian pimpinan daerah untuk bisa menetapkan proyek ini.

Proyek ini lalu dilanjutkan dan dibangun sejak 2013 oleh gubernur DKI Jakarta yang saat itu dijabat Joko Widodo. Tentu aja dengan sejumlah hambatan hingga akhirnya bisa berjalan tepat waktu. Diantara hambatannya, masih seputar pendanaan dan upaya pembebasan lahan.

Nilai investasi proyek sepanjang 16 kilometer ini mencapai Rp16 triliun. Proyek ini didanai menggunakan pinjaman lunak dari Japan Internasional Coopertion Agency yang 51 persen-na ditanggung Pemerintah DKI Jakarta dan 49 persen Pemerintah Pusat.

Untuk mengetahui lebih detail bagaimana proyek ini,  VIVA berkesempatan bertemu dengan Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar di sela uji coba proyek ini beberapa waktu lalu. Simak wawancara khususnya berikut ini:

Bagaimana progress MRT Jakarta menuju pengoperasian Maret nanti?

Progress MRT Jakarta untuk line satu ini, Bundaran HI-Lebak Bulus, sudah 98,6 persen, we are on track, sekarang sedang masuk fase integrated testing and comissioning, mencoba delapan rangkaian kereta dengan head way 10 menit.