Partai Demokrat Main 'Dua Kaki'

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Partai Demokrat menjadi buah bibir dalam beberapa pekan terakhir. Pertama, penunjukan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY memimpin tim pemenangan Pemilu 2019. Sejumlah kalangan menilai, ini merupakan salah satu strategi Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mendorong anak sulungnya itu memimpin partai berlambang Mercy tersebut.

Kedua, kasus penangkapan Andi Arief. Ia dicokok polisi, karena diduga menggunakan narkoba di salah satu hotel di Jakarta. Akibat kasus tersebut, mantan aktivis ini memilih mengundurkan diri dari posisinya sebagai wakil sekjen Partai Demokrat.

Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan mengatakan, elektabilitas partainya tak terganggu akibat kasus Andi Arief. Selain itu, soliditas partai juga tetap terjaga, meski SBY sibuk mengurus istrinya di Singapura, dan menunjuk AHY mewakili dirinya memimpin pemenangan partai.

Kepada VIVA, mantan Ketua Komisi Disiplin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) ini mengkritik Pemilu 2019 yang dilakukan serentak, Pileg dan Pilpres. Menurut dia, sistem ini bisa menggerus sistem multipartai yang merupakan buah dari reformasi.

Hinca juga mengakui, perhatian partainya terbelah, antara Pilpres dan Pileg. Demikian, petikan wawancara VIVA dengan mantan anggota Dewan Pers ini di sela-sela aktivitasnya. Wawancara dilakukan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin 11 Maret 2019.

Bagaimana persiapan Partai Demokrat menghadapi Pemilu mendatang?

Sebagai sekjen partai, saya yang mengelola mesin partai di dalam selama empat tahun ini. Maka, hari-hari ini merupakan hari-hari puncaknya. Kalau kita bikin ini dari hulu ke hilir, maka Pileg dan Pilpres itu adalah hilir dari pengelolaan mesin partai selama ini.