"Ada Informasi, PBB Memang Mau 'Dihabisin'"

Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Noor
Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Noor
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA –  Partai Bulan Bintang sejak awal berdiri pada tahun 1998 telah menetapkan diri sebagai partai penerus Masyumi atau Majelis Syuro Muslimin Indonesia. Masyumi adalah organisasi yang terkenal konsisten membela Islam. Awal pendirian, pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendara terpilih menjadi ketua umum partai ini. 

Partai Bulan Bintang tercatat telah ikut pemilu empat kali, yaitu pada Pemilu tahun 1999, 2004, 2009, dan 2014. Pada Pemilu 1999, Partai Bulan Bintang mampu meraih 2 juta suara, atau sekitar 2 persen, dan meraih 13 kursi DPR. Pada Pemilu 2004 memenangkan suara 2,9 juta pemilih atau 2,6 persen. 2005, Yusril lengser dari PBB digantikan oleh MS Kaban, Menteri Kehutanan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 1. 

Sayangnya, sejak itu suara PBB semakin meredup. Dalam Pemilihan Umum Anggota Legislatif 2009, partai ini hanya  memperoleh 1,8 juta suara yang serata dengan 1,7 persen. Artinya, PBB tidak mampu meraih perolehan suara melebihi parliamentary threshold 2,5 persen sehingga berakibat tidak memiliki wakil seorang pun di DPR. Pada April 2015, Yusril Ihza Mahendra kembali terpilih sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Partai ini kembali menggeliat untuk mencuri suara publik dan menempatkan kembali wakil mereka.

Meski kerap disebut akan menjadi under dog, tapi PBB melawan. Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang Afriansyah Noer alias Ferry, memastikan PBB telah mengerahkan segenap kemampuan untuk kembali melenggang dan lolos dari parliamentary thershold atau PT sebesar empat persen.

Ketika wawancara dengan VIVA, pada pertengahan Maret lalu, Ferry menceritakan apa saja yang telah dilakukan partainya untuk merebut suara. Ferry mengaku, banyak yang menginginkan PBB dihabisi, tapi ia dan Yusril terus melakukan berbagai hal agar bisa bertahan dan menang. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan menyebar lima juta stiker yang memasang wajah Yusril dan menawarkan bantuan hukum pada masyarakat yang membutuhkan. Di stiker tersebut tercantum nama dan logo Partai Bulan Bintang, sekaligus nomor hotline.

Apakah cara tersebut efektif? Benarkah PBB melakukan apa saja untuk menang? Mengapa memberi dukungan pada paslon 01? Dan apa saja yang terus dilakukan agar PBB tak tenggelam oleh beratnya PT? Kepada VIVA, Ferry, alumni Universitas Nasional Jakarta, dan mengaku meniti karier politik di PBB sejak anggota biasa hingga menjadi sekjen,  menceritakan itu semua. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana kesiapan PBB dalam menghadapi Pileg mendatang?
Alhamdulillah dari tahun 2017 saya diamanahkan menjadi Sekjen PBB Mei 2017. Saat itu belum ada verifikasi faktual dari KPU. Kemudian pada November 2017 baru memasuki tahapan verifikasi faktual oleh KPU.  Alhamdulillah dalam waktu yang sempit itu saya bisa menyelesaikan perbaikan infrastruktur partai dari tingkat DPP, DPW, DPC dan PAC. Total 514 DPC kita sempurnakan. Kita perbaiki dan kepengurusannya, yang tadinya tidak ada kita buat. Alhamdulillah selesai.