Sisi Lembut Yayan Ruhian di Balik 'Kebengisan' Panggung Hollywood

Yayan Ruhian.
Yayan Ruhian.
Sumber :
  • VIVA.CO.ID/Anry

VIVA – Saat VIVA bertemu Yayan Ruhian di akhir Mei 2019, keterlibatannya di film John Wick 3 masih menjadi topik hangat di antara penikmat film. Bersama Cecep Arif Rahman, keduanya beradu fisik dengan Keanu Reeves. 

Selain melakoni adegan laga dengan gerakan pencak silat, Yayan dan Cecep juga memakai bahasa Indonesia dalam percakapan mereka. Keanu Reeves sebagai John Wick pun mengucapkan ‘sampai jumpa’ di akhir pertarungan.

“Nonton dong (film John Wick 3), ‘sampai jumpa’,” ucap Yayan sambil menaruh tangan kanannya ke dada menirukan Keanu Reeves.

Aslinya, Yayan Ruhian sangat berbeda dengan sosok pendekar bengis yang kerap dilakoni dalam film. Dengan rambut diikat sebagai ciri khas, pria 50 tahun ini meladeni pertanyaan VIVA dengan ramah dan penuh senyum. Tidak jarang jawabannya begitu bijaksana sampai membuat pendengar tertegun.

Keterlibatannya di film Merantau pada 2009 bersama Iko Uwais, berangkat dari niat untuk mengangkat seni bela diri pencak silat ke level berikutnya. Sejalan dengan Gareth Evans sebagai sutradara, kesuksesan film The Raid (2011) menjadi pintu bagi dua aktor tersebut menuju Hollywood.

Hingga kini, Yayan Ruhian dikenal luas sebagai Mad Dog atau si anjing gila, karakternya di The Raid. Meski begitu, pemain film Star Wars: The Force Awaken (2015) ini hanya ingin dikenal sebagai Yayan Ruhian.

Matanya berbinar saat membicarakan kesenangannya berkebun di kampung halaman, Tasikmalaya, Jawa Barat. Namun mata tersebut berubah sendu, teringat perpisahan dengan istri dan ketiga anaknya karena kesibukan Yayan sebagai aktor.