Manajemen Statis dan Dinamis Partai Jadi Kunci Kemenangan

Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa PKB Muhammad Hasanuddin Wahid.
Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa PKB Muhammad Hasanuddin Wahid.
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Nama Hasanuddin Wahid tak pernah disebut dalam kandidat calon Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB. Menjelang pemilihan sekjen, ada lima nama besar yang masuk bursa kandidat, termasuk Hanif Dhakiri, Faisol Riza, dan Ida Fauziah.

Tapi ketika diumumkan, nama Hasanuddin Wahid justru muncul. Tak ada yang menduga, karena selama ini Cak Udin, demikian dia biasa disapa, lebih banyak berperan di belakang layar. Cak Udin mengaku telah menjabat sebagai salah satu wakil sekjen selama tujuh tahun. 

Menurutnya, dalam sebuah organisasi ada yang statis dan ada yang dinamis. Kerja kesekretariatan seperti wasekjen adalah kerja yang statis. Tetapi, ia menjalankannya dengan kesadaran penuh, mesin partai tak akan berjalan jika semua kader ingin jadi dinamis. Ia mengaku membantu menyiapkan semua perangkat, demi keberlangsungan dinamika partai. 

Meski jarang sekali tampil di media massa, pria kelahiran 44 tahun lalu itu, dikenal sebagai orang yang dipercaya oleh Ketum PKB, Muhaimin Iskandar untuk menggerakkan mesin partai, demi mengampanyekan Cak Imin sebagai kandidat wapres untuk mendampingi Jokowi.

Ia bekerja di berbagai wilayah untuk mengusung dukungan bagi Cak Imin. Jadi, meski jarang muncul, Cak Imin tahu bagaimana sepak terjang Hasan.

Pekan lalu, Hasanuddin Wahid memenuhi permintaan VIVAnews untuk melakukan wawancara khusus. Kepada VIVAnews, ia yang berpegang pada prinsip sami'na wa atho'na (kami dengar dan kami patuh) pada pimpinan, bercerita tentang proses hingga ia terpilih, apa saja yang sudah dilakukan, dan apa saja yang akan ia lakukan untuk membuat perolehan angka dari PKB terus melonjak. Berikut petikannya:

Bisa dijelaskan bagaimana ceritanya Anda terpilih jadi Sekjen PKB?