'Berdirinya Komnas Disabilitas Sudah Mendesak'

Angkie Yudistia, Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo
Angkie Yudistia, Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Jika berbicara disabilitas, nama Angkie Yudistia akan muncul ke permukaan. Perempuan ini berhasil menembus keterbatasan fisiknya dan memutar kekurangan menjadi kekuatannya. 

Ketika Presiden Joko Widodo mengenalkannya kepada publik, ia menyebutnya sebagai, “Angkie Yudistia, usia 32 tahun, adalah anak muda penyandang disabilitas yang aktif bergerak di sociopreneur. Saya juga meminta Angkie, menjadi juru bicara Presiden untuk bidang sosial."

Angkie mengaku sangat tak menduga, mendapat tugas bergengsi dari kepala negara. Sebab, selama puluhan tahun ia terus berjuang memerangi stigma, bahwa penyandang disabilitas adalah orang-orang tak berdaya.

Maka, ketika Presiden memberinya jabatan sangat penting, ia menganggap itu adalah salah satu buah perjuangannya untuk meyakinkan orang lain, kelompok disabilitas bukan tak mampu, tetapi mereka perlu diberi kesempatan seluas-luasnya. 

Perjuangan Angkie, memang sudah lama. Sejak masih duduk sebagai siswa SMA Negeri 2 Bogor, ia sudah melakukan satu demi satu langkah untuk membuktikan diri, mereka yang memiliki kekurangan fisik, tetap bisa melakukan sesuatu dan menjadi 'seseorang.'

Angkie, bahkan menyelesaikan pendidikan hingga magister, menjadi finalis Abang None, meraih berbagai penghargaan, hingga menjadi penulis buku. Ia juga pernah bekerja di IBM Indonesia dan Geo Link Nusantara.

Ia juga aktif di berbagai organisasi tuna rungu dan terus memperjuangkan hak-hak untuk teman-teman disabilitas.