Kolom Rizal Mallarangeng

Andi Mallarangeng dan Ironi KPK

Rizal Mallarangeng Beri Keterangan Terkait Kasus Hambalang
Sumber :
  • VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis

Intinya adalah, semua harta Andi dan Vitri, istrinya, sejumlah kurang lebih Rp15 miliar sudah dilaporkan dalam daftar kekayaan pejabat negara pada saat dia diangkat menjadi menteri. Setelah itu tidak ada pergerakan yang berarti dalam perolehan hartanya. Semua yang dijadikan bahan berita, baik oleh KPK maupun oleh PPATK, seperti pembelian apartemen dan investasi saham di bursa efek, adalah kejadian yang berlangsung jauh sebelumnya, sehingga mustinya tidak terkait sama sekali dengan perkara yang dituduhkan kepadanya.

img_title Siapa Daniel Olaniran? Konten Kreator Viral yang Sebut Indonesia Tak Mengerti Sepak Bola

Seolah tiada ada habisnya, akhir-akhir ini muncul lagi “tuduhan” baru, yang juga bisa dilihat dalam laporan Khaerudin, bahwa Iim Rohimah, sekretaris pribadi Andi, memiliki tabungan sejumlah Rp15 miliar. Jumlah ini fantastis dan, kalau benar, akan mudah menggiring orang pada kesimpulan yang keliru terhadap Andi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Andi Mallarangeng mengundurkan diri dari jabatan Menpora

img_title Kenapa Mitchell Baker Tak Bisa Perkuat Timnas Indonesia U-20 Padahal Usianya 19 Tahun? Ini Penjelasannya

Andi Mallarangeng saat mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Menpora, didampingi para pejabat tinggi Kemenpora.

Apa yang terjadi di sini?

img_title Innalillahi, Putri Sulung Jenderal Hoegeng Meninggal

Iim sendiri, dalam penjelasannya kepada Andi dan saya baru-baru ini, menolak semua tuduhan tersebut. Ia juga memperlihatkan tiga buku tabungannya, dengan wajah sedih, yang tidak satu pun memperlihatkan angka lebih dari puluhan juta. 

Semua hal tersebut seharusnya menjadi peringatan buat KPK dan PPATK. Bukan salah wartawan jika berspekulasi. Tetapi jika kedua lembaga negara ini merilis temuannya dengan terukur, memberinya konteks, serta menahan info yang masih perlu dicek ulang, maka spekulasi yang berkembang di media, serta pembentukan opini yang terjadi sebagai akibatnya, akan tetap berlangsung dalam batas-batas kewajaran.

Kalau tidak, pasti akan terjadi pembunuhan karakter dan kesewenang-wenangan terhadap seseorang yang belum tentu diputuskan bersalah oleh para hakim kelak. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saya tahu, sebagaimana yang tersirat di akhir ulasan Khaerudin, ada sejumlah pertanyaan yang wajar terhadap peran Choel Mallarangeng, adik saya, yang kini dalam status dicekal. 

Tentang hal ini, saya akan menjelaskannya pada saat yang tepat. Yang pasti, Choel akan bersikap koperatif dengan menceritakan semua yang diketahuinya kepada KPK dalam waktu dekat ini, termasuk kesalahan yang dilakukannya. Saya hanya bisa memohon agar masalah Choel dilihat secara proporsional.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut