Sekjen Kemendes PDTT: Peran Milenial Penting untuk Pembangunan Desa

Anwar Sanusi, Sekjen Kemendes PDTT.
Anwar Sanusi, Sekjen Kemendes PDTT.
Sumber :
  • Kemendesa

“Membuat kaum muda ini betah di desa mereka, artinya mereka menganggap yang namanya desa ini ladang harapan bagi mereka. Untuk itu maka, beraneka program terutama selain dari dana desa, juga dari program lain yang kita arahkan bahwa setiap desa ini akan muncul produk-produk unggulan yang memiliki nilai tambah dan juga meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain produk-produk unggulan, yang kedua adalah dengan memberikan program di desa-desa agar bisa membangun sarana olahraga desa,” katanya.

Sarana olahraga desa inilah yang menurut Anwar dapat menjadi wadah bagi para anak muda untuk menyalurkan aneka hobi mereka sehingga mereka bisa lebih lama tinggal di desa. Selain itu, Anwar juga menegaskan pentingnya peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mendorong pendapatan ditingkat desa melalui pengelolaan produk-produk yang bernilai ekonomis. 

“BUMDes ini sudah ada 45.540. Ini adalah data di awal tahun 2019. Nah, kalau dari sisi omset ini sudah hampir Rp 1,14 triliun dari BUMDes. Bahkan ada sekitar 125 BUMDes yang omsetnya di atas Rp 1 miliar, bahkan beberapa BUMDes tertentu omsetnya berkisar Rp 35 miliar. BUMDes ini tugasnya mengelola satu industri ditingkat pedesaan. Ada yang mengelola wisata, sarana dan prasarana pertanian, keuangan dan lain sebagainya. Dan tentunya ini juga bisa dikelola oleh kaum muda desa,” jelasnya.

Untuk itu, dampak dari program-program yang dilakukan Kemendes PDTT dalam program inovasi dan pembangunan desa melalui dana desa menurut Anwar dapat membantu mengurangi angka pengangguran di desa. “Dampaknya, sekarang kita lihat tingkat pengangguran di pedesaan juga menurun, kemudian kita juga ingin nantinya ketika setelah lebaran urbanisasi tidak melonjak,” pungkas Anwar.