Optimistis, Menkomar Sebut Ini Momentum Pariwisata
- VIVA.co.id/ Moh. Nadlir.
Dia juga mengingatkan kepada Direksi Garuda Indonesia agar lebih agresif membantu pencapaian target 20 juta 2019. “Itu saya lihat Air Asia berani ditarget 6 juta penumpang. Lion Air juga berani 6 juga wisatawan. Mana Garuda? Harusnya berani 6 juta juga. Kalau nggak mencapai, bahaya juga lo,” kata Luhut, yang mengaku biaya logistik Indonesia terlalu mahal.
Luhut juga menyebut rata-rata biaya angkut atau logistik itu 14,1 persen. Itu menandakan, system pengangkutan barang tidak boleh lebih dari 5 persen. Di Jepang hanya 4,9 persen. Jabodetabek malah lebih mahal, 15,3 persen, Surabaya 13,7 persen, Medan 15,6 persen, Makasssar 11,7 persen.
“Begitu juga dengan regulasi private jet, yacht, cruise, semua sudah di-deregulasi. Saya kontak dengan otoritas di Singapore, berapa biaya sandar, berapa service, jauh lebih murah dan lebih cepat. Karena itu, saya minta standarnya harus sama dengan negara tetangga. Kalau nggak, kita nggak bisa bersaing,” kata dia.
Luhut menyadari, dunia digital itu sangat penting dan ke depan akan semakin digital di semua sector. “Saya pernah membeli tiket penginapan atau hotel. Tiba-tiba anak saya berkata, saya bisa beli barang yang sama, dengan harga yang jauh lebih murah. Dengan online,” kata dia.
Statemen Luhut itu soal data Badan Pusat Statistik, perolehan devisa Indonesia menurut lapangan usaha pariwisata mengalami peningkatan yang drastis dan stabil. Pada tahun 2013 sebesar 10,054.1 juta US Dollar, di tahun 2014 meningkat menjadi 11,166.3 juta US Dollar, dan pada tahun 2015, pariwisata melonjak lagi ke angka 12, 578.6 juta US Dollar. Sementara jenis komoditas yang lain, contohnya saja minyak gas dan bumi mengalami penurunan di tahun 2013 sebesar 32, 633.2 juta US Dollar, 2014 turun 30, 318.8 juta US Dollar, dan pada tahun 2015 turun lagi menjadi 18,906.7 US juta Dollar.
Lebih lanjut Luhut meminta kepada semua stake holder agar memperbaiki destinasi di daerahnya. Dia berharap terus meningkatkan sarana maupun prasarana yang ada di seluruh area pariwisata.
”Pariwisata juga memang harus bisa masuk level atau tingkat dunia, standard dunia. Contoh kecil seperti toilet, toilet kita harus paling bersih agar wisatawan nyaman,” katanya.