Kemenpar Launching Culinary & Shopping Festival 2016
Lima besar dunia, untuk wisata shopping adalah Hongkong, KL, Shanghai, Beijing dan Singapore. Di Jakarta saja, banyak mal yang tampak fisiknya jauh lebih keren, lebih besar, lebih lengkap, daripada di Singapore, Eropa, Amerika, Australia, Jepang dan lainnya. Dia mencontohkan, Grand Indonesia di Thamrin, One Pacific Place di SDCB, Plasa Senayan-Senayan City di Asia Afrika, Pondok Indah Mall dan Gandaria City di Selatan. Belum lagi di Pasar Raya Blok M, Pluit, Kota Kasablanka, Summarecon, Puri Indah, Kelapa Gading, Bintaro X-change, dan masih banyak titik pusat perbelanjaan lain.
Bukan hanya wisman, menurut Stefanus Ridwan, domestic market juga cukup besar. “Indonesian is a shopper nation! Itu menurut Globe Shopper Magazine. Orang Indonesia paling banyak pergi ke Singapore 61 persen dan ke Paris 17 persen untuk belanja! Kami targetkan, festival ini bisa menggairahkan perekonomian di Indonesia. Juga bisa meningkatkan pengunjung mall 20-30 persen dari biasanya. Karena itu kami berterima kasih jika momentum ini dipromosikan ke mancanegara dan nusantara,” kata dia.
Vita Datau yang hobi Moge alias Motor Gede itu juga menyebut, pola wisman ke Indonesia tahun 2015 itu 14,8 persen belanja, 18,53 persen kuliner atau makan minum, 26,69 persen akomodasi dan 39,98 persen membelanjakan uangnya untuk transportasi, sightseeing dan lainnya.
“Data itu bersumber dari survei perilaku Wisatawan Mancanegara yang dicollect Bank Indonesia bulan November 2015,” kata Vita.
Kelebihan wisata belanja di Indonesia adalah, punya 240 mall dan pusat belanja yang sudah global standar. Lokasinya di pusat kota, performance-nya keren, dan size-nya besar. Akses-nya ke kota-kota besar semakin bagus, saat ini ada 36 Bandara Internasional dan lebih kurang 300 pelabuhan. Juga kebijakan Free Visa yang membuat orang merasa nyaman dan mudah terbang ke Indonesia.
“Tinggal soal tax refund, event kuliner dan shopping yang masih sporadic, lalu campaigne atau promosi atas event yang sudah terjadwal dengan baik dan pasti,” kata dia.
Menpar Arief Yahya menyambut positif pelaksanaan Culinary and Shopping Festival 2016 ini, sebagai event andalan untuk penghobi masakan dan belanja. Saat di Beijing bertemu Baidu, pekan lalu, 22 September 2016, outbound travelers Tiongkok itu membelanjakan duitnya 52 persen untuk shopping, 27 persen transportation, dan 6 persen culinary.