Pendidikan

Kolase Pojok KC - Wapemred tvonenews.com Ecep S Yasa, background Mendikbudristek Nadiem Makarim.
Sumber :
  • tim tvonenews

Pendeknya, saya mengalami situasi guru adalah sumber pengetahuan dan murid adalah bejana bejana kosong yang harus diisi. Pendidikan dipahami hanya seperti kegiatan menabung saja: murid adalah celengan, sementara guru pihak yang menabung. Tak ada proses komunikasi, guru hanya menyampaikan pernyataan pernyataan untuk mengisi “tabungan” yang harus dihafal dan diulangi siswa.   

img_title Mempersiapkan Generasi Penerus Bangsa Lewat Pendidikan, Karakter, dan Pengabdian

Hingga saya menemukan makna belajar dan sekolah ketika membaca buku Pedagogy of The Oppressed karya Paulo Freire (diterjemahkan dan diterbitkan dengan kualitas sangat baik oleh LP3ES jadi Pendidikan Kaum Tertindas). Buku ini mengajarkan saya bahwa pengetahuan hanya bisa lahir lewat penemuan penemuan ulang, melalui pencarian manusia yang senantiasa gelisah penuh pertanyaan tentang dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Membaca buku buku karya Paulo Freire atau Deschooling Society-nya Ivan Illich misalnya lalu mengasah daya kritis saya saat mahasiswa. Suntuk membaca, saya pun terangsang menulis. Membaca dan menulis ternyata sebuah kegiatan dalam satu tarikan nafas. Ia sebuah kesatuan. 

img_title Bobby soal Gugatan Ijazah Gibran: Saran Saya Sekalian Saja Dipermasalahan Sarjananya

Bahkan saya terprovokasi untuk menulis paradigma pembebasan dalam pendidikan di Indonesia berdasarkan karya karya Paulo Freire untuk skripsi yang saya susun. Saya sangat menikmati proses menulis skripsi ini yang lalu meskipun diganjar apresiasi yang tidak cukup baik dari pembimbing skripsi di kampus karena terlalu keluar dari pakem kurikulum saat itu. Tapi tidak apa, bagi saya inilah proses pendidikan yang sebenarnya: egaliter, membebaskan, mencerdaskan.

img_title Perjalanan Karier Mitchel Bakker Sebelum Resmi Gabung Mantan Klub Calvin Verdonk

Demikian, pada akhirnya keputusan menghapus skripsi sebagai syarat kelulusan buahnya nanti akan terlihat satu generasi ke depan dan saya kembali teringat Sosrokartono dan generasinya. 
(Ecep Suwardaniyasa Muslimin)
 

Pemain muda PSV Eindhoven berdarah Maluku, Rivas Manuhutu

Pemain Muda PSV Eindhoven Berdarah Maluku Ini Bisa Jadi Amunisi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Rivas Manuhutu, bek kiri PSV Eindhoven berdarah Maluku, tampil impresif di Belanda. Pemain berusia 19 tahun ini berpotensi jadi opsi regenerasi Timnas Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
16 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut