Pulang Mudik

Pojok KC - Kolase Foto pemudik menggunakan motor
Sumber :
  • tim tvonenews

Heroik. Mengharukan. Militansi tak hanya milik kelas bawah. Seorang kawan yang pulang dengan mobil misalnya mengunggah foto di laman media sosialnya: ia dan keluarganya makan dan sholat di pinggir jalan tol karena areal peristirahatan (rest area) yang tak sanggup menampung kendaraan pemudik. 

img_title Dinilai Paling Tepat Waktu, Maskapai Ini Jadi Pilihan Utama Pemudik Lebaran 2026

Walhasil mudik jadi ajang silaturahmi seluruh anak bangsa. Saat mudik, kesabaran dan empati tumbuh secara alamiah. Orang tidak marah kendati harus berjam-jam menanti roda transportasi bisa berjalan karena macet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemahaman kita pada orang lain (liyan), orang yang berbeda dengan kita juga muncul. Bahkan, bila ada yang tertimpa kemalangan di jalan, tidak segan-segan antara satu dan lainnya saling membantu. Itulah solidaritas sosial tanpa dianjurkan, apalagi diinstruksikan atau dipaksa. Semua berjalan secara sukarela.

img_title 8 Orang Meninggal, Kemenhub Ungkap Kronologi Jatuhnya Helikopter di Sanggau Kalbar

Mudik jadi instrumen penting mengatasi ketimpangan pertumbuhan ekonomi antardaerah. Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan perputaran uang selama libur lebaran 2024 mencapai Rp157,3 triliun. Nilai ini dihasilkan dari perhitungan jumlah pemudik yang akan mencapai 193 juta.

img_title Rapat Evaluasi Mudik 2026, DPR Apresiasi Angka Kecelakaan Turun

Namun, paling penting adalah memahami fenomena mudik sebagai gejala profetik, spiritual dari pada hanya sekedar laku fisik. 

Hidup adalah perjalanan panjang keinginan untuk kembali. 

Dalam Al Quran disebutkan kita, setiap manusia, terikat “perjanjian primordial” untuk kembali pada sang penciptanya. Disebutkan ketika masih dialam ruhani, Allah memanggil kita untuk dimintakan persaksian bahwa Allah adalah Tuhan tempat kembali. 

Perjanjian ini mempengaruhi hidup kita, menentukan rasa bahagia dan sengsara dalam arti yang paling hakiki. Kini kita menyebut rasa ingin kembali itu adalah fitrah, dorongan terus menerus untuk kembali pada Tuhan memenuhi janji tersebut.

Mudik adalah simbolisme dari manifestasi, dari rasa rindu spiritual tersebut. Setelah sebulan penuh ditempa berbagai ibadah, dunia ruhaninya menjadi terang benderang. Pada puncak perjalanan ibadahnya ia mendambakan tempat untuk kembali. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak ada yang lebih nelangsa dari pada tersesat, tak bisa pulang, sendirian di tengah kota pada moment lebaran. Walhasil, apapun imbalannya, tawaran gaji selangit, barang barang mewah atau berbagai kenyamanan dianggap tak sebanding dengan “pulang”.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut