Boston: Enam Bintang (Bagian 1)

Kolase Foto - Pemred tvonenews.com Ecep S yasa mengikuti World Marathon Majors di Boston 15 April 2024
Sumber :
  • Dok.Pribadi

Saya sebenarnya bisa memilih olah raga beregu, tapi agaknya waktu akan terlampau banyak untuk mencocokan jadwal antar pemain. Itu akan cukup sulit bagi saya yang tak memiliki banyak kuasa atas waktu. Saya benar benar memasrahkan waktu saya dibagi bagi untuk banyak urusan, sejak pekerjaan kantor, aktivitas sosial, hingga urusan domestik.

img_title BTN Bawa RI Jadi Destinasi Sport Tourism Dunia via Jakarta International Marathon 2026

Atau bisa jadi saya memang seorang penyendiri, lebih tepatnya saya sulit jika berolah raga untuk sebuah pertarungan dengan orang lain. Di lapangan apapun saya cenderung tak peduli dengan pencapaian orang lain. Saya termasuk terlalu fokus pada diri sendiri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Mau ke Jakarta Hari Ini? Cek Dulu Daftar Pengalihan Arus Akibat Jakarta International Marathon 2026

Saya merasa cocok dengan berlari karena memberikan ruang sangat besar untuk diri sendiri. Ternyata lari memberikan daya fokus untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk saya sendiri. 

Namun, setelah menekuninya, ternyata lari sudah bukan ihwal mengeluarkan hormon endorphin semata, ia juga sebuah pembuktian bagi diri sendiri.  Saya tak hanya berlari menyelesaikan 42,195 kilometer, saya kini akan segera menamatkan "Enam Bintang" alias menjadi Six Star Finisher di kota yang sangat artistik ini: Boston. 

img_title Wajib Tahu! Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta Hari Ini Buntut Jakarta International Marathon 2026

Lantas, terbayangkan segala upaya hingga saya ada di titik ini. Saya harus meninggalkan keluarga saat perayaan Idul Fitri yang baru saja usai. Saat gema takbir berkumandang, saya justru ada di pesawat terbang ribuan kilometer ke negeri di Utara. Belum dihitung besarnya energi dan uang yang harus saya keluarkan (pada Boston Marathon saya jadi peserta lewat jalur amal).

Namun, saya tetap semua upaya itu layak. Bagi saya berlari adalah memperjuangkan kehidupan. Saya kembali memikirkan "Enam Bintang," sebuah medali yang bagi saya "bertuah".  Medali yang merangkum bagian terbesar perjalanan hidup saya yang penuh warna. Perjalanan saya menyelesaikan enam rangkaian World Marathon Major (WMM) sejak Berlin Marathon, Chicago Marathon, London Marathon, Tokyo Marathon, New York Marathon hingga Boston Marathon. Saat ini barangkali tak lebih dari 80 orang di Indonesia yang mengoleksi medali ini. Dan saya agaknya satu satunya jurnalis di Indonesia yang telah menyelesaikan enam marathon dunia ini. Saya tentu sangat bersyukur. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut