Gurita Fredy Pratama Hingga ke Bali

"Gurita" Fredy Pratama Hingga ke Bali
Sumber :
  • ist

Pada salah satu video yang saya dapatkan sebelum penggerebekan, tinggi tanaman sudah hampir 2 meter, pucuk pucuk daun bergerigi hampir menyentuh plafon. Dengan bantuan teknologi tata cahaya, pelibatan alat alat khusus pengatur keasaman media tanam, pemberian air dan pupuk,  daun dan batang ganja nampak hijau, lebat dan subur. 

img_title Kenapa Jule Bisa sampai Stres dan Pakai Narkoba? Ternyata Ini Deretan Masalah yang Pernah Dihadapinya

Sebagian bunga putik yang tersisa setelah panen kedua yang cukup sukses, diletakan pada sebuah ember. Tak jauh dari ember itu, biji biji ganja siap tanam juga diletakan pada ember lainnya.
 
Kebun ganja bawah tanah itu bersebelahan dengan ruangan produksi narkoba sintetis (sabu, ekstasi dan mephedrone). Bau cairan kimia masih sangat menyengat. Di lokasi ini, polisi menyita bahan kimia, prekursor untuk membuat mephedrone hingga  520,032 kilogram. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Demikian, gembong narkoba Fredy Pratama menunjukan lagi “kecanggihannya”  bukan hanya dalam mengembangkan jaringannya, tapi juga “inovasi” dalam memproduksi narkoba. Kelompok ini dengan canggih bisa menyandingkan produksi narkoba sintetis dan alami dalam satu lokasi. 

img_title Fakta-fakta Lengkap Jule Ditangkap Terkait Kasus Narkoba, Ngaku Stres hingga Direhabilitasi

Tak hanya produksi, pemasaran pun direngkuh dengan jejaring digital. Modus pemasaran menggunakan jaringan hydra Indonesia. Tembok tembok di sejumlah lokasi di sekitar pabrik ditulis dengan sandi sandi pemasaran narkoba jaringan Fredy Pratama. Pemakai bisa mendapatkan ganja hydroponic dan mephedrone produksi pabrik di Villa Sunny dengan aplikasi telegram BOT. Grup grup yang memasarkan narkoba pada aplikasi telegram sangat marak. Ada Bali Hydra Bot, Cannashop Robot, Bali Cristal Bot, Hydra Indonesia Manager hingga Mentor Cannashop. 

img_title Kementerian PU Berhentikan Sementara ASN yang Jadi Tersangka Budidaya Ganja di Bandung

Pabrik di Canggu bukan lokasi pertama yang diungkap. Sebelumnya Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri juga menggerebek pabrik ekstasi milik jaringan Fredy Pratama di Perumahan Taman Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Enam orang kaki tangan Fredy yang mengoperasikan pabrik ini ditangkap. Saat digerebek dari pabrik ini saja disita ribuan ekstasi dan bahan pembuat ekstasi.  

Kelompok Fredy jelas bukan bandar kaleng kaleng. Untuk membekuk jaringan ini polisi membentuk tim khusus bernama Operasi Escobar.  “Saat ini jaringan Fredy Pratama masih salah satu pemain yang terbesar,” ujar Kabareskrim Komjen Pol Drs Wahyu Widada pada saya ketika bersama sama melihat langsung pabrik narkoba di Badung, Bali. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut