Memang Selalu Demikian, Anies!

Pojok KC - Kolase Foto Anies baswedan
Sumber :
  • tim tvonenews

img_title PKB Nilai Usulan Ambang Batas Parlemen 6% Ideal, Alasannya karena Jaga Keseimbangan Politik

Demikian, politik bisa berlarat larat, melingkar lingkar, penuh drama, namun tak bisa dikenali lagi dasar dasar dan pertimbangan putusan politiknya, tak bisa ditangkap titik negosiasi dan perundingannya. Dan seperti kita tahu ujungnya: Anies tak bisa mendaftar di pilkada daerah manapun. Hingga batas akhir pendaftaran, tak ada satupun partai politik yang mengusung Anies meski elektabilitasnya paling tinggi di Jakarta. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti burung pipit yang mati lemas karena dicengkeram dengan keras, politik dan demokrasi diam diam meredup. Feodalisme semakin diberi tempat. Partai berubah jadi kumpulan pecinta, fans ketua umum. Hubungan antar kader tak  dilandasi keterbukaan, keadilan dan demokratisasi tetapi berdasarkan patron-klien, orang tua-anak.

img_title Deretan Fakta Berpulang Guruh Soekarnoputra, Putra Bungsu Soekarno yang Dikenal Lewat Seni dan Politik

Dalam konstruksi politik semacam ini, titah ketua umum jadi hukum. Semua sudah selesai di tangan ketua umum, tak ada celah bagi putusan politik yang tak terduga. Politik lalu menjadi nihilisme, tak membawa nilai nilai baru. 

Politik hanya jadi ritual belaka: tanda gambar yang dicoblos setiap lima tahun sekali dan nama nama politisi, tak ada ideologi yang bergelora, tak ada gairah atau tindakan besar atas nama ideologi tersebut.

img_title Rumahnya Diselimuti Abu Vulkanik, Anies Baswedan Bagikan Tips Penting untuk Warga

Politik sebagai perjuangan hilang, digantikan politik sebagai repetisi saja, sesuatu yang berulang ulang, rutin. Ia ada mungkin hanya setiap pemilu atau pemilukada. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu di mana harapan? Harapan justru ada di luar proses politik resmi, ekstra parlementer. Mahasiswa yang berhimpun secara mandiri, membuat pagar hidup untuk menjaga temannya ketika dikejar dan dipukuli aparat. Atau pekerja kreatif seperti Reza Rahadian yang akhirnya terdorong turun ke jalan. “Mustinya saya cukup diam duduk di rumah, tapi ternyata tidak bisa,” ujar Reza Rahadian.

Anies seperti Reza akhirnya terserap lebih jauh masuk ke dalam politik karena merasa bidang ini terlampau penting jika hanya diserahkan pada politisi saja. Ia saya dengar tengah serius membuat organisasi massa. Saya senang pada akhirnya ia lebih serius untuk jadi barisan penyeimbang. Berada di luar pemerintahan sangat mulia karena dengan itu rakyat pada akhirnya seperti selalu punya “harapan”.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut