Revolusi Sepak Bola dan Nasionalisme Kita

Pojok KC - Revolusi Sepak Bola dan Nasionalisme Kita
Sumber :
  • tim tvonenews

SETIAP akhir tahun kita seperti diberi keleluasan waktu untuk merenung, berefleksi, melihat kembali pada fenomena, peristiwa penting di sekitar kita yang telah terjadi. Dalam tradisi pers Indonesia ada terminology “kaleidoskop”, kata yang secara etimologi bermakna “cermin” itu sebenarnya merupakan tulisan ulasan dari peristiwa yang sudah lewat, namun dianggap harus dicatat dan dimaknai secara lebih baik untuk tahun tahun yang akan datang.  

img_title Update Timnas Indonesia Vs Malaysia: 56 Ribu Penton Bakal Teror Harimau Malaya

Bagi saya salah satu catatan yang mengharu biru adalah capaian Timnas Sepak bola kita. Pada lapangan rumput seluas lebih dari 6000 meter persegi inilah sesungguhnya kebangsaan modern era kiwari dipertaruhkan. Airmata, kesedihan, gembira, sukacita jadi drama yang dinikmati setiap warga negara yang bertaut dengan nasionalisme. Imajinasi bersama soal negara yang dibayangkan melintasi ras suku, agama, antar golongan mengejawantah selama 2x45 menit. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kita sudah tak mempersoalkan lagi asal ususl, latar belakang, perbedaan-perbedaan. Pemain dan pelatih boleh dari mana, sepanjang ia tertunduk saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, mencium dengan bangga Sang Saka Merah Putih dan berjibaku dengan keras membela tanah airnya yang baru, ia sudah dianggap jadi pahlawan pahlawan baru.

img_title 11 Pemain Pertama Timnas Indonesia Vs Malaysia yang Diprediksi Dipilih John Herdman

Pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen sedang berduel dengan penggawa Timnas Arab Saudi

Photo :
  • Instagram/@0ratmangoen

img_title Hitung-hitungan Rangking FIFA Timnas Indonesia setelah Kalahkan Malaysia Malam Nanti

Kita melihat dengan terharu bagaimana Jay Idzes,Marten Paes, Jordy Amat, Justin Hubner, Calvin Verdonk, Sandy Walsh, Nathan Tjoe-A-On, Tom Haye begitu khusuk menghapalkan lagu lagu nasional. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tiba tiba nasionalisme kita bukan lagi soal kekuatan angkatan bersenjata yang melawan penjajah atau agresi bangsa asing, cinta tanah air jadi soal soal sehari hari, menelusup di percakapan percakapan sejak restoran mewah di hotel hotel berbintang hingga kedai warung kopi di perkampungan padat penduduk. Ikatan sosial jadi nyata, imajinasi kolektif hidup.

Katika Timnas menghajar kesebelasan Arab Saudi di Gelora Bung Karno, salah satu tim paling kuat di Asia yang pernah beberapa kali tampil di Piala Dunia, bahkan pernah mengalahkan Argentina yang pernah jadi Juara Dunia, ada perasaan bangga setinggi langit dengan kemampuan anak bangsa. Rasa rasanya setelah melesakan dua gol tanpa balas kita seperti sudah menggondol piala supremasi tertinggi di ajang sepak bola dunia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut