Debat Capres

Kolase Foto - Wapemred tvonenews.com Ecep S Yasa, background debat capres di KPU.
Sumber :
  • tim tvonenews

Bung Karno kita tahu misalnya sangat suka menggelar pertunjukan wayang kulit, pentas tari tari tradisi, dansa-dansa lenso di kediamannya. Strategi komunikasi Soeharto yang paling berhasil adalah melalui kelompencapir (Kelompok pendengar, pembaca dan pemirsa). Kelompencapir dikemas layaknya tontonan, digelar di lapangan, dengan bentuk teater arena sementara Soeharto tampil sebagai protagonis, tokoh utama.

img_title Momen Presiden Iran ‘Bullying’ Trump Saat Pidato di PBB

Jokowi menggunakan keluarga jadi sebuah teater. Tokoh utamanya adalah anak, menantu, suami, istri, keponakan, sementara orang lain di luar dinastinya adalah para penonton. Seperti Soekarno, Jokowi termasuk politisi yang paling piawai menggunakan dunia simbol-simbol politik yang kaya, multitafsir dalam setiap perilaku  sehari hari. Ia adalah “aktor watak” yang memaksa lampu dan perhatian penonton selalu harus tertuju padanya. Di luar Jokowi, semua adalah penonton.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Langka! Trump Lakukan Hal Tak Biasa untuk Sambut Xi Jinping di AS

Kembali pada debat kandidat pemilu 2024: bagi yang merasa jagoannya tampil prima, jangan dulu berasumsi dan menduga terlalu jauh, debat akan mengubah konstelasi politik dengan cepat. Debat, sekali lagi, hanya memuaskan dahaga publik Indonesia yang selalu haus akan tontonan.

Debat di Indonesia belum dianggap sepenting di publik Amerika Serikat misalnya. Kita ingat bagaimana pada pemilihan presiden Amerika Serikat 2008 ketika Obama-Biden bertarung melawan McCain-Palin, pendulum berubah ketika Sarah Palin terlihat tampil dibawah standar penilaian publik saat tampil di panggung debat.

img_title Balasan Menohok Presiden Iran Usai Dituding Pendukung Terorisme oleh Trump: Kami Korban Terorisme!

Publik Amerika Serikat kontan bergeser ketika media massa menyoroti kemungkinkan Palin menggantikan McCain yang saat itu berusia 72 tahun. Jarak Palin menggantikan McCain seandainya mereka terpilih sangat dekat. 

Namun latar belakang Palin hanya sebagai eks Gubernur Alaska, negara bagian yang tak seluas dan seheterogen negara bagian lain di Amerika Serikat, jadi perdebatan tajam di masyarakat. Sementara kita tahu lawan McCain, Obama sangat muda, energik—kerap berlari untuk menuju panggung debat. Saat itu Obama unggul telak dari McCain.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Percayalah, kisah di Amerika Serikat itu tak akan terjadi di Indonesia. Di sini orang mendukung jagonya seperti ia beriman pada perintah Tuhan. Namun, bagi para pemandu sorak, baik di dalam gedung KPU maupun di luar ---termasuk cawapres yang dengan sangat bersemangat harus berdiri dari kursi dan mengangkat tangannya berkali kali meminta pendukungnya terus memberikan semangat ---ada baiknya disimak tulisan Ariel Heryanto belum lama ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut