Republik Epigonisme

Pojok KC - Kolase Foto Wapemred tvonenews.com Ecep S Yasa, background bengkel ketok magic
Sumber :
  • tim tvonenews

KETIKA jalan-jalan 'cari angin' sesekali saya melihat gerai penjualan perabot rumah tangga dari Swedia yang memang secara fungsi dan desain terasa nyaman dan indah dilihat. Sejenak saya tertegun kenapa banyak sekali orang yang perilakunya hanya memotret dengan telepon genggamnya dan tidak antusias bertanya ke pramuniaga mengenai harga dan kualitas produknya. 

img_title HP Redmi Note 15 Pro 5G vs Infinix Note 60 Pro, Adu Kamera hingga Performa di Kelas Mid-Range

Setelah bertanya kanan kiri, terkuaklah gaya belanja termutahir: memotret hanya untuk mencontek desain, lalu meminta kenalan tukang terpercaya untuk membuatkan yang serupa. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kita tak risau mencontek desain sandaran tangan pada kursi yang tampak sangat ergonomis hasil bertahun tahun riset dari divisi penelitian dan pengembangan jenama tersebut, melibatkan ratusan sumber daya manusia terbaik, memakan biaya yang tak murah, dari sekian percobaan percobaan yang gagal. 

img_title Pemerintah Siapkan Operasi Salvage Buat Angkat Bangkai Kapal Virgo Transport 8

Dalam hal meniru, kemampuan kita memang layak meraih hadiah nobel. Tak heran jika barang aspal, asli tapi palsu meruyak ke mana mana. Kaus Zara yang dibeli kolega saya pada pedagang Arab di bilangan Blok M ternyata warnanya luntur. Pada pedagang, keluhan disampaikan: “Ditanggung tidak luntur, kenapa luntur juga?” ujar sang teman. “Ah ente aja yang tidak teliti membacanya,” ujar pedagang enteng. “Tulisan Arab kan ditulis terbalik, luntur tidak ditanggung.” 

Tentu ini anekdot menggambarkan betapa kita santai saja memandang perkara barang aspal. Kita misalnya tahu bahwa saos tomat yang kita konsumsi tak ada unsur tomatnya. Ia hanyalah ubi yang digiling dan diberi warna merah, ditempatkan dalam botol yang diberi label saus tomat. Susu kental manis yang terkenal dicekokkan ke anak-anak setiap akan berangkat sekolah tak ada sedikit pun unsur susunya. Lalu kita merasa biasa saja, kita akrab dengan apapun yang bukan asli, replika, seolah-olah. Kepalsuan bagian dari kenyataan sehari-hari.  

img_title 13 Rumah Mewah di Lapas Cibinong Tak Tercatat Aset Negara, Bakal Dibongkar Pemerintah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Repotnya jika “rekayasa” juga merembet ke perkara program-program pemerintah yang penting. 

Suatu kali lirik lagu pop yang dinyayikan Broery Pesolima sudah terasa sangat membingungkan. Penyanyi bersuara mendayu-dayu ini bilang buah semangka berdaun sirih, ternyata kelak ada yang lebih membingungkan: menanam singkong tumbuh jagung, yang dipanen meranti. Itulah repotnya ketika ketidakotentikkan ditolerir, akhirnya merambah ke mana-mana, termasuk program kerja. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut