Lebih dari 4.500 Teroris Dikirim Turki Buat Perang di Libya

VIVA Militer: Pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA)
Sumber :
  • Daily Sabah

VIVA – Turki menjadi salah satu negara yang terlibat dalam perang yang terjadi di Libya. Ikut campur tangan dalam perang di Libya, Turki disebut sudah memobilisasi ribuan teroris Takfiri.

img_title Turki Mau Bangun Jalur Baru Kurangi Ketergantungan Terhadap Selat Hormuz, Pakai Kereta Api

Sebuah organisasi yang bernama Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (Syrian Observatory for Human Rights/SOHR), menyebut bahwa Turki sejauh ini sudah mengirim lebih dari 4.500 teroris Takfiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para teroris ini tak hanya dimobilisasi dari Suriah ke Libya, tetapi juga mendapatkan pelatihan militer di Turki. Seperti yang diketahui, Turki adalah salah satu negara yang ikut menginisiasi pembentukan Pasukan Pemerintah Kesepakatan (GNA).

img_title Profil Melissa Vargas, Pevoli Turki Peraih MVP VNL 2026 yang Tampil Sensasional di Final

Untuk melawan Tentara Nasional Libya (LNA), Turki terus menerus mengirim para gerilyawan ini ke negara Afrika Utara itu.

Dalam data yang dikutip VIVA Militer dari Syriahr.com, SOHR menyebut bahwa di Ibukota Libya, Tripoli, saat ini ada 4.750 orang milisi GNA. Tak cuma itu, SOHR juga memastikan sebanyak hampir 1.900 orang teroris Takfiri lainnya tengah menerima pelatihan militer di Turki.

img_title Turki Masukkan PM Israel Benjamin Netanyahu Daftar Buronan Interpol

Di sisi lain, Rusia membenarkan data SOHR tersebut. Rusia sebenarnya juga jadi salah satu negara yang mendukung pembentukan GNA. Akan tetapi, adanya ketegangan dengan Turki membuat Rusia pada akhirnya justru berada di belakang Singa LNA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti yang diketahui, Turki bersama Amerika Serikat (AS) didukung beberapa negara Timur Tengah semisal Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, memobilisasi para ekstrimis ini untuk menggulingkan pemerintah Libya.

Laporan lain juga menyebut bahwa Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, untuk pertama kalinya mengonfirmasi kehadiran milisi Suriah yang pro Turki di Libya. 

ilustrasi serangan teroris di Pakistan.

Bom Mobil Meledak dan Tabrak Kantor Polisi di Pakistan saat Salat Jumat, 16 Orang Tewas

Sedikitnya 16 orang tewas dan lebih dari 50 lainnya terluka dalam serangan teroris di dekat sebuah kantor polisi di Kota Kohat, Pakistan utara, saat salat Jumat

img_title
VIVA.co.id
18 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut