Buronan Nomor 1 AS Ditembak Mati Pasukan LNA di Tripoli

VIVA Militer: Buronan Amerika Serikat (AS), Abdel Moneim El-Gahhawy
Sumber :
  • Al-Masdar News

VIVA – Tentara Nasional Libya (LNA) dikabarkan telah berhasil membunuh salah satu teroris yang paling dicari oleh Amerika Serikat (AS) di Libya, Abdel Moneim El-Gahhawy. 

img_title Trump Incar Target Baru di Iran, Mojtaba Khamenei Peringatkan AS Perang Bisa Lebih Panjang

Kabar tewasnya Abdel Moneim El-Gahhawy telah dirilis oleh akun Twitter Militer LNA pada hari Kamis, 30 April 2020. Dalam pernyataannya, LNA menyebut Gahhawy tewas setelah terlibat dalam serangkaian bentrokan di sekitar Tripoli yang terjadi beberapa terakhir ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tentara Nasional Libya membunuh Abdel Moneim El-Gahhawy, yang berafiliasi dengan kelompok teroris Ansar Al-Sharia di Tripoli," bunyi pernyataan LNA di Twitter.

img_title Jet Pribadi Jatuh di Permukiman Florida AS, 9 Orang Tewas

Menurut laporan Al-Masdar News, Abdel Moneim El-Gahhawy merupakan salah satu tokoh dalam kelompok teroris Ansar Al-Sharia. Alasan Amerika Serikat menargetkan Gahhawy, karea dia diketahui sebagai dalang dari penyerangan kantor Kedubes Amerika Serikat di Benghazi pada tahun 2012 silam.

Kala itu, serangan yang dilancarkan kelompok milisi ini menewaskan empat orang warga negara AS, salah satunya adalah Duta Besar AS, Christopher Stevens. Tiga orang lainnya adalah petugas Kedutaan Besar AS, Sean Smith, anggota CIA, Tyrone Woods dan Glen Doherty. 

img_title Trump Bilang Flavio Bolsonaro Bisa Tinggal di AS Selama yang Dia Mau

Sebelum terbunuh, Gahhawy diketahui telah bergabung dengan pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA). Pasukan militer GNA yang mendapatkan dukungan dari Turki itu diketahui telah terlibat perang dengan Tentara Nasional Libya (LNA) di Libya.

Militer Israel dalam Acara Peringatan Prajurit Gugur Israel  di Yerusalem

Jelang Pemilu AS, Israel Tingkatkan Kesiagaan Militer di Tengah Ancaman Iran

Sehari menjelang pemilu paruh waktu AS, Israel masih memberlakukan status siaga militer tertinggi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan perang dengan Iran

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut