Gila, Tentara Amerika Serang Pendemo Pakai Helikopter Perang

VIVA Militer: Helikopter bubarkan pendemo di Amerika.
Sumber :

VIVA – Sungguh tak disangka, Presiden Donald Trump menggunakan strategi gila dan membahayakan dalam membubarkan aksi protes terkait kematian George Flyod.

img_title Eks Capres AS Akui Washington Kalah dari Iran Meski Punya Militer Terkuat di Dunia

Ya, tentara nasional yang dikerahkan Trump mengatasi protes memakai helikopter perang untuk membubarkan massa. Tindakan ini sangat membahayakan sebab helikopter sengaja terbang sangat rendah di tengah kota.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada beberapa jenis helikopter perang yang dikerahkan seperti Black Hawk, UH-72, dan UH-60. Semua helikopter itu merupakan milik Angkatan Darat Amerika.

img_title Jelang Gencatan Senjata Berakhir, AS Kirim Lebih dari 60 Ribu Tentara ke Timur Tengah

Dari beberapa rekaman yang video di media sosial seperti dikutip VIVA Militer, Selasa 2 Juni 2020, terlihat helikopter terbang hanya beberapa meter saja dari puncak sebuah bangunan dengan jarak yang sangat dekat dengan tanah.

Kehadiran helikopter itu cukup membuat panik massa sebab selain menciptakan gelombang angin besar, helikopter juga mengeluarkan suara bising yang memekakkan telinga.

img_title Trump Sebut 3 Tentara AS Tewas dalam Serangan: Mungkin Akan Lebih Banyak Lagi

Kehadiran helikopter terpantau di Kota Minneapolis, Washinton dan Minnesota. Bahkan di Washington banyak pohon yang patah akibat kena gelombang angin dari helikopter, beruntung tak ada korban dalam peristiwa itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk diketahui, Trump telah memutuskan untuk mengerahkan tentara nasional untuk mengamankan aksi protes yang kini sudah berujung pada tindak kekerasan yang membahayakan keamanan Amerika.

Kapal Roro BYD

BYD Kena Cap Terkait Militer China, Apa Dampaknya?

Persaingan industri mobil listrik tak hanya terjadi di pasar, tetapi juga mulai merambah ranah geopolitik. Dua produsen kendaraan listrik asal China, BYD dan Nio.

img_title
VIVA.co.id
11 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut