Turki Berada di Kubu Mana Andai Perang Dunia III Meletus?

VIVA Militer: Tank milik Angkatan Bersenjata Turki (TSK)
Sumber :
  • Al-Monitor

VIVA – Bicara soal perang di Suriah dan Libya, tentu harus pula memperhitungkan Turki sebagai pihak yang terlibat dalam konflik kedua negara itu. Di balik keterlibatan Turki, ternyata negara ini punya misi pribadi yang baru saja dilontarkan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

img_title Mengenal Kahvalti, Tradisi Sarapan Turki yang Bikin Orang Betah Berlama-lama di Meja Makan

Sejak Perang Sipil Libya Kedua meletus pada 2014, Turki menjadi salah satu kekuatan yang ikut terlibat dalam pertempuran. Turki memilih berkoalisi dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA), bertempur dengan pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) di bawah komando Marsekal Khalifa Haftar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ternyata, Turki memiliki maksud terselubung di balik keterlibatan di Suriah dan Libya. Dinyatakan sendiri oleh Erdogan, dunia saat ini mengagumi kekuatan Turki. Lebih lanjut Erdogan mengklaim kekaguman itu adalah buah campur tangan Turki di perang Suriah dan Libya.

img_title Hujan Deras Picu Banjir Bandang di 3 Negara, 4 Orang Tewas Termasuk Anak-anak

Meski demikian, Erdogan tetap mengatakan bahwa alasan utama keterlibatan Turki adalah solidaritas. Dalam pandangan Erdogan, sikap itu lah yang juga menjadi salah satu bukti kekuatan Turki, baik dari segi sikap, dan armada militernya.

VIVA Militer: Personel militer Turki di Libya

img_title Arab Saudi Siapkan Serangan Balasan terhadap Houthi, 100.000 Pasukan Bisa Dikerahkan

"Saya yakin bahwa persatuan dan solidaritas kita akan membuat dunia mengagumi Turki, dan memperkuat posisi kita di Pakta Atlantik Utara (NATO)," ujar Erdogan dikutip VIVA Militer dari Al-Masdar News.

"Solidaritas yang kami tunjukkan kepada saudara-saudara di Libya, dan layanan konsultasi yang kami berikan menunjukkan seberapa kuat kinerja kami," katanya.

Di sisi lain, Turki tak hanya berhadapan dengan pasukan LNA dan Haftar saja. Ya, Turki juga terlibat dengan Rusia, salah satu negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia.

Seperti yang diketahui, Rusia tak cuma memobilisiasi pasukan Angkatan Bersejata (TSK) ke Suriah dan Libya. Ya, Negeri Beruang Merah juga mengerahkan tentara bayaran dengan bantuan sebuah perusahaan keamanan swasta, Wagner Group. Turki dengan berani menyebut Rusia adalah bagian dari pemberontak Libya.

VIVA Militer: Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sejarah akan menilai mereka yang menyebabkan pertumpahan darah dan air mata di Libya dengan mendukung Haftar sebagai pemberontak "putschist", kata Erdogan dilansir Al-Jazeera.

Erdogan juga punya keyakinan bahwa konflik di Libya hanya bisa diselesaikan secara politis di bawah pengawasan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Keyakinan Erdogan pada PBB dan pernyataannya memperkuat posisi Turki dalam NATO, menjelaskan di mana Turki akan berdiri jika terjadi Perang Dunia III.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut