Perang Libya Berkecamuk, Sepupu Muammar Qaddafi Ancam Erdogan

VIVA Militer : Ahmed Gaddaf al-Dam
Sumber :
  • twitter.com

VIVA – Pejabat politik Front Perjuangan Nasional Libya yang juga sepupu mantan Presiden Libya Muammar Qaddafi, Ahmed Gaddaf al-Dam angkat bicara terkait dengan campur tangannya pemerintahan Turki di Libya. Gaddaf al-Dam mengatakan, masuknya Turki ke Libya bersama Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya sudah melebihi batas. 

img_title Mengenal Kahvalti, Tradisi Sarapan Turki yang Bikin Orang Betah Berlama-lama di Meja Makan

Hal itu disampaikan al-Dam menanggapi rencana penghadangan militer Mesir di perbatasan Libya yang akan dilakukan oleh pasukan militer GNA yang didukung Turki. Bahkan, Gaddaf al-Dam melontarkan ancaman kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, jika militer Turki tetap berada di Libya, maka pihaknya tidak akan segan-segan menghancurkan Istanbul, Turki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mesir tunduk pada perang yang terorganisir sebagai negara Arab, dan memiliki hak untuk mempertahankan diri ketika garis merahnya dilintasi. Bagi kami, garis merah kami ada di Zuwara dan Tobruk, dan jika orang Turki meluas ke Libya, kami dapat mencapai Istanbul, terutama karena kami memiliki sekutu di Turki," kata Ahmed Gaddaf al-Dam dikutip VIVA Militer dari Al-Masdar News, Minggu, 28 Juni 2020.

img_title Arab Saudi Siapkan Serangan Balasan terhadap Houthi, 100.000 Pasukan Bisa Dikerahkan

Mantan ajudan Qaddafi yang saat ini mendukung Field Marshal Khalifa Haftar itu menegaskan, kebijakan Erdogan yang telah mengerahkan pasukan militernya untuk mendukung pemerintahan kesepakatan internasional, GNA merupakan kebijakan yang bodoh. Sebab, keberadaan Turki di Libya telah bertentangan dengan Qatar dan akan menghancurkan dunia Islam. 

VIVA Militer: Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan

img_title Skandal Judi Guncang Sepakbola Turki, 448 Pejabat Klub Disanksi

"Ankara sedang melaksanakan rencana yang disusun oleh Barat. Saudara-saudara di Turki kehilangan akal sehat dan terpikat untuk dikuras secara finansial, moral dan militer, dan menciptakan masalah internal di sana. Saya kasihan pada Turki karena Libya akan kembali, karena kami memiliki kemauan dan kekuatan, dan kami adalah negara yang kembali dan pulih," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih jauh ia katakan, upaya Turki untuk mengendalikan pemerintahan GNA dengan target mendapatkan hasil bumi Libya di Laut Mediterania akan sia-sia. Menurutnya, kalaupun upaya itu berhasil dilakukan oleh Turki, Amerika dan sekutunya pasti tidak akan pernah tinggal diam atau membiarkan Turki memiliki kekuatan militernya di Laut Mediterania. 

"Barat tidak akan membiarkan Turki ada secara militer di Laut Mediterania, atau untuk mendapatkan kekayaan Libya, tetapi kecerobohan dan dorongan Erdogan terhadap orang-orang di sekitarnya membuatnya percaya bahwa mereka akan menang, tetapi ia mungkin masuk ke dalam perangkap (yang dibuat Amerika dan sekutunya) ini,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut