Bumerang Perang Bisa Berbalik Matikan China

VIVA Militer: Presiden China, Xi Jinping
Sumber :
  • Belt and Road News

VIVA – Punya ambisi menjadi kekuatan terbesar dunia, China masih terus melancarkan kampanye militerya. Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), jadi alat utama Negeri Tirai Bambu untuk membuat ciut nyali lawan-lawannya.

img_title Mobil Listrik dan Hybrid China Kena Aturan Baru, Berlaku April 2027

Menurut laporan Business Mirror yang dikutip VIVA Militer, saat ini tentara China tengah menjalani latihan militer di Kepulauan Hoang Sa (Kepulauan Paracel). Latihan militer jadi salah satu cara China unjuk taring kepada dunia, terutama kepada Amerika Serikat (AS) dan negara-negara sekutunya di Asia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak cuma dengan Amerika, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel), China juga tengah berseteru dengan negara tetangganya, India. Puluhan korban berjatuhan saat tentara India bentrok dengan pasukan China di Lembah Galwan, Ladakh, wilayah perbatasan kedua negara.

img_title Jembatan Baru China-Korut Dibuka, Persaingan Pengaruh dengan Rusia Jadi Sorotan

Seperti yang diketahui, dalam laporan Hindustan Times yang dikutip VIVA Militer, 20 personel Angkatan Bersenjata India (BSS) tewas dalam bentrokan maut itu. Sementara itu, pihak China justru merahasiakan data korban. Meskipun dipercaya, jumlah korban jiwa dari kubu tentara China lebih banyak.

Kemudian, China juga berupaya keras untuk menarik kembali Taiwan ke dalam wilayahnya. Di sisi lain, pemerintah China juga terus mengencangkan cengkramannya ke Hongkong.

img_title Belum Puas, BYD Mau Boyong Atto 2 ke Indonesia Pakai Baterai Baru

Ketegangan juga dirasakan oleh China usai tuduhan serius yang dilayangkan Australia. Pemerintah Negeri Kangguru membuat China kebakaran jenggot lantaran menghebuskan seruan penyelidikan, terkait wabah Virus Corona (COVID-19) yang berawal dari Wuhan,

Ketegangan antara China dengan Amerika, India, Hongkong, dan Taiwan, bisa terus meruncing jika Beijing terus pamer kekuatan militer dan menunjukkan sikap arogan. Di sisi lain, sikap itu justru bisa jadi bumerang yang berbalik menyerang China sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang direktur sebuah institut China di Sekolah Studi Oriental dan Afrika di London, Steven Tsang, melihat bahwa China sangat serius untuk merealisasikan ambisinya. Di sisi lain, Tsang yakin untuk membuat misinya tercapai Xi Jinping siap untuk menghunus pedang dan mengibarkan bendera perang.

"Ada perasaan bahwa telah tiba saatnya bagi China untuk mengklaim tempatnya di bawah matahari. (Memenuhi keinginan Xi Jinping) berarti tengah menghunus sebuah pedang," ujar Tsang dikutip VIVA Militer dari Digital Journal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut