Amerika Bakal Ikut Campur di Perang Armenia vs Azerbaijan

VIVA Militer: Perang Armenia lawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh
Sumber :

VIVA – Sejak dua hari lalu dunia internasional kembali dikagetkan dengan pertempuran militer antara pasukan militer Armenia dan Azerbaijan. 

img_title Kabur ke AS, Flavio Bolsonaro Klaim Jadi Presiden Brasil yang Sah

Perang yang terjadi di perbatasan dua negara pecahan Uni Soviet itu telah membuat Amerika Serikat (AS) angkat bicara. Departemen Luar Negeri AS mengutuk keras terjadinya perang senjata yang melibatkan dua negara tetangga tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Amerika mendesak kedua belah pihak untuk segera duduk bersama berunding untuk menghentikan menggunakan kekuatan militer yang dapat berdampak pada hilangnya  korban jiwa. 

img_title Melaju ke Perempat Final, Timnas Indonesia U15 Bakal Jajal Luksemburg

"Kami akan tetap aktif terlibat dalam upaya untuk penyelesaian damai," kata Departemen Luar Negeri AS yang dikutip VIVA Militer dari Reuters, Selasa, 14 Juli 2020.

Tidak hanya Amerika, Organisasi Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) juga ikut angkat bicara dalam konflik bersenjata yang melibatkan pasukan militer penjaga perbatasan Armenia dan Azerbaijan. OSCE mendesak kedua negera itu untuk mengedepankan jalur diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. 

img_title Kabur usai Kalah Pilpres Brasil, Flavio Bolsonaro Dapat Visa AS

Sebagaimana diketahui, konflik senjata yang terjadi antara Armenia dan Azerbaijan terjadi sejak hari Minggu, 12 Juli 2020 lalu. Perang dikabarkan terjadi dalam durasi yang cukup lama, yaitu hingga Senin malam. Hingga saat ini ketegangan di Nagorno-Karabakh, sekitar wilayah Tavush di timur laut Armenia, sekitar 300 km (190 mil) dari daerah kantong pegunungan masih terus terjadi. Atas insiden tersebut dikabarkan empat orang tentara dari dua kubu meninggal dunia, dan puluhan tentara lainnya terluka.

Pemerintahan dari dua kubu bertikai itu pun saling mengklaim penyebab terjadinya perang di perbatasan. Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev menuduh pasukan militer Armenia berulah terlebih dulu di perbatasan. Dia menuding bahwa Armenia telah memprovokasi pasukan militer penjaga perbatasan Azerbaijan sehingga terjadinya perang antar kedua negara tetangga itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal Sebaliknya juga disampaikan oleh Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan. Dia mengatakan kepemimpinan Azerbaijan harus bertanggung jawab atas konsekuensi tak terduga yang ditimbulkan dari destabilisasi regional di perbatasan antara Armenia dan Azerbaijan. 

Baca: Perang Pecah, 3 Tentara Azerbaijan Tewas Digempur Militer Armenia

Jet Tempur AS, F-4 Phantom.

AS Kirim 10 Pesawat Militer ke Timur Tengah, Iran Bakal Digempur Lagi?

Amerika Serikat (AS) mengirim 10 pesawat angkut militer ke pangkalan udara di wilayah Negev selatan, yang dijajah Israel, di tengah persiapan kemungkinan serangan ke Iran

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut