Raja Militer Mesir Dilarang Keluar Kandang, Perang Lawan Turki Gagal

VIVA Militer: Ilustrasi Militer Mesir.
Sumber :

VIVA – Ada sebuah fakta baru yang terungkap di tengah menguatnya isu perang besar yang melibatkan Angkatan Bersenjata Mesir dengan militer Turki di Libya.

img_title Pemilu Israel Makin Sengit, Netanyahu Butuh 4 Kursi Lagi untuk Kuasai Parlemen

Ternyata persetujuan parlemen kepasa tentara Mesir untuk angkat senjata bukan dengan ikut berperang di Kota Sirte melawan pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) dan militer Turki beserta tentara bayaran asal Suriah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, parlemen hanya menyetujui militer untuk tetap di kandang dan berperang di wilayah perbatasan sebelah barat saja tanpa masuk ke Libya

img_title Maruli Siapkan Paspor Gratis bagi Warga Perbatasan, Ini Kebutuhan Lain yang Dipetakan BNPPDT

"Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Mesir bahwa otoritas tertinggi, terutama Presiden Republik, Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, dibatasi oleh kebutuhan untuk meminta dari Parlemen, otorisasi untuk memungkinkan angkatan bersenjata di luar perbatasan, dan Parlemen telah menanggapi karena adanya ancaman, baik di sisi barat di Libya atau selatan karena Bendungan Ethiopia, "kata anggota parlemen Mesir kepada Sputnik Arab dikutip VIVA Militer, Rabu 22 Juli 2020.

Menurutnya, bukan sebuah perkara yang mudah memberikan persetujuan kepada Presiden Abdul Fattah as-Sisi sebagai panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir untuk mengerahkan pasukannya ke Libya membantu Tentara Nasional Libya (LNA).

img_title Tinjau Titik Nol Kilometer Selatan, Maruli Petakan Kebutuhan Infrastruktur hingga Air Bersih di Rote Ndao

"Ini adalah tahap yang membutuhkan tindakan terkoordinasi di antara semua kekuatan negara, dan Pertahanan Parlemen dan Komite Keamanan Nasional memeriksa permintaan Dewan Pertahanan Tertinggi dan mengadakan sesi rahasia di mana ia setuju untuk mengirim unsur-unsur angkatan bersenjata ke melakukan operasi di luar negeri," kata dia.

Dijelaskan, persetujuan parlemen cuma terbatas pada poros barat, dan terkait dengan kerangka waktu sehingga pasukan kembali setelah menyelesaikan misi, juga tidak berarti memulai perang sekarang, tetapi itu datang dalam kerangka tingkat yang lebih tinggi dari strategi pencegahan.

Saat ini kondisi Mesir dalam keadaan darurat terorisme dan parlemen telah sepakat memperpanjang masa darurat hingga 3 bulan ke depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikatakan pula, militer bisa saja dikerahkan ke luar negeri. Hanya saja pilihan itu masih jauh.

Dengan pernyataan ini maka dipastikan Mesir dan Turki batal berperang di Sirte. Dan perang di Sirte hanya melibatkan LNA melawan GNA dan Turki saja.

Jet Tempur AS, F-4 Phantom.

AS Kirim 10 Pesawat Militer ke Timur Tengah, Iran Bakal Digempur Lagi?

Amerika Serikat (AS) mengirim 10 pesawat angkut militer ke pangkalan udara di wilayah Negev selatan, yang dijajah Israel, di tengah persiapan kemungkinan serangan ke Iran

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut