Langkah Panik Taiwan Hadapi Ancaman Serangan Militer China

VIVA Militer: Rudal anti-kapal Hsiu Feng II milik militer Taiwan
Sumber :
  • Taiwan News

VIVA – Kekhawatiran jelas dirasakan betul oleh pemerintah Republik China (Taiwan), seiring dengan kian meningkatnya aktivitas militer Republik Rakyat China (RRC). Pengerahan armada tempur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), tak lepas dari ambisi China untuk mencaplok Taiwan.

img_title Deepal S07 Bisa ‘Tembus Pandang’, Tapi Cuma Pakai Kamera

Dalam beberapa berita VIVA Militer sebelumnya, armada militer China disebut sudah bersiaga di wilayah tenggara pantai Taiwan. Sejumlah kapal perang, tank, hingga kendaraan lapis baja sudah dimuat militer China untuk melancarkan serangan ke Taiwan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, militer China juga terus melakukan latihan tempur di wilayah Laut China Timur dan Laut China Selatan, untuk menyiapkan segala kemungkinan yang bakal terjadi.

img_title Kendaraan Canggih China Ini Bisa Melaju 90 Km/Jam, Bukan Mobil Biasa

Aktivitas militer China yang terus meningkat, membuat pemerintah Taiwan tak tinggal diam. Menjawab kekhawatiran akan munculnya serangan dari militer China, pemerintah Taiwan mengambil langkah untuk membeli sejumlah peralatan perang, mulai dari pesawat tempur hingga rudal.

VIVA Militer: Rudal anti-kapal Hsiung Feng III militer Taiwan

img_title Update Asian Games 2026: Dominasi China Tak Terbendung, Jepang Ciptakan Rekor Dunia

Dalam laporan Taiwan News yang dikutip VIVA Militer, Taiwan berencana untuk membeli rudal anti-kapal kepada sekutunya, Amerika Serikat (AS). Tak hanya itu, menurut laporan lain yang diperoleh VIVA Militer dari Business Times, Taiwan kembali membeli puluhan jet tempur F-16 Fighting Falcon varian Viper (V).

Perwakilan Taiwan di AS, Hsiao Bi-khim, tengah membangun komunikasi intensif terkait rencana pembelian rudal anti-kapal yang belum disebutkan nama dan jenisnya. Upaya ini dilakukan untuk mengadang serangan awal China di bibir-bibir pantai Taiwan.

"(Landasan pertahanan Taiwan adalah kemampuan asimetris) dengan biaya hemat tetapi cukup mematikan dan menjadi penghalang, untuk membuat pertimbangan invasi (militer China). Itu bisa menjadi sangat menyakitkan," ujar Hsiao.

Sementara itu, Taiwan juga dikabarkan telah mencapai kesepakatan dalam pembelian 90 unit jet tempur F-16V pada 15 Agustus 2020 kemarin. Pembelian pesawat tempur varian F-16 adalah yang kedua kalinya sejak 2019. Pada 2019, Taiwan juga membeli 66 unit pesawat ini, dengan dana mencapai US$62 miliar, atau setara dengan Rp51,9 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

VIVA Militer: Jet tempur F-16V Fighting Falcon Angkatan Udara Taiwan (ROCAF)

Pembelian sejumlah peralatan perang canggih dari AS jelas bertujuan untuk mengantisipasi serangan China ke Taiwan. Akan tetapi, langkah yang diambil Taiwan ini justru membuat China semakin geram. Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari Global Times, China akan menyerang AS dan Taiwan sekaligus andai tidak menghentikan kerjasama pembelian senjata.  
 

Ilustrasi AI masuk kantor.

Pengangguran Anak Muda China Capai Rekor 18,9 Persen, AI Bikin Persaingan Kerja Makin Ketat

Pengangguran anak muda China mencapai 18,9 persen pada Agustus 2026. Jutaan lulusan baru menghadapi pasar kerja ketat di tengah pesatnya perkembangan AI.

img_title
VIVA.co.id
29 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut