Mengejutkan, Jerman Serukan Uni Eropa Bantu Yunani Perangi Turki

VIVA Militer: Kapal perang dan helikopter serbu Turki di Mediterania.
Sumber :

VIVA – Ada kabar mengejutkan datang dari Jerman. Kanselir negeri panzer itu mengeluarkan pernyataan yang benar-benar menakutkan buat Turki.

img_title Serangan Houthi ke Pangkalan Militer di Yaman Tenggara Tewaskan 73 Orang

Kanselir Angela Merkel, dikutip VIVA Militer dari breakingnews, greekcitytimes, Jumat 28 Agustus 2020, menyatakan agar semua negara Uni Eropa mendukung Yunani di konflik sengketa wilayah maritim di Laut Mediterania timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Memang tidak disebutkan apakah dukungan itu hanya sebatas penyelesaian di atas kertas atau juga dukungan pengerahan pasukan besar-besaran dari negara-negara Uni Eropa ke Laut Mediterania timur untuk bertempur melawan militer Turki.

img_title Mengenal Kahvalti, Tradisi Sarapan Turki yang Bikin Orang Betah Berlama-lama di Meja Makan

Beberapa pekan ini pergerakan armada perang negara-negara Uni Eropa memang sudah terlihat di Mediterania. Prancis malah dengan terang-terangan mengerahkan pasukannya ke Yunani dengan dalih ikut dalam latihan perang yang digelar negeri para dewa itu.

Sejauh ini konflik di Mediterania timur sudah mengarah ke konfrontasi senjata. Baik Turki maupun Yunani sama-sama telah mengerahkan armada perang ke perairan itu. Bahkan kapal-kapal perang kedua negara sudah saling berhadap-hadapan dalam situasi siap perang.

img_title Arab Saudi Siapkan Serangan Balasan terhadap Houthi, 100.000 Pasukan Bisa Dikerahkan

Situasi di Laut Mediterania timur memanas setelah Turki memindahkan pasukannya dari Laut Hitam ke perairan itu. Pemicunya, Turki marah besar atas perjanjian batas maritim yang secara sepihak disepakati Yunani dan Mesir.

Ketika itu Turki tak terima dengan hasil kesepakatan dalam perjanjian yang dibuat Yunani dan Mesir. Sebab, sebelum ada perjanjian itu, Turki sempat meredakan ketegangan di Mediterania dengan menunda eksplorasi survei seismik yang digagas Stasiun Antalya Navtex di selatan dan timur Pulau Kastellorizo Yunani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Turki menunda semua aktivitas seismik untuk menghargai penolakan yang dilayangkan Yunani terkati Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Namun setelah perjanjian itu disepakati Yunani dan Mesir, Turki melanjutkan survei dengan kembali melayarkan Kapal Oruc Reis dengan dikawal kapal-kapal perang.

Baca: Pancing China Perang, Amerika Siap Tumbalkan Nyawa Rakyat Jepang

Jet Tempur AS, F-4 Phantom.

AS Kirim 10 Pesawat Militer ke Timur Tengah, Iran Bakal Digempur Lagi?

Amerika Serikat (AS) mengirim 10 pesawat angkut militer ke pangkalan udara di wilayah Negev selatan, yang dijajah Israel, di tengah persiapan kemungkinan serangan ke Iran

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut