India dan Rusia Kerahkan Armada Perang Besar-besaran ke Dekat Aceh

VIVA Militer: Kapal Perusak Admiral Vinogradov
Sumber :

VIVA Militer India baru saja mengumumkan akan kembali menggelar latihan perang besar-besaran di pintu gerbang perairan Selat Malaka.

Samson, Pemberontak OPM yang Serang Markas Koramil di Papua Tobat dan Serahkan Diri ke Prajurit TNI

Namun, kali ini India tak mengajak sekutunya Amerika, malah dalam latihan perang yang direncanakan berlangsung 4 sampai 5 September 2020 itu, India mengajak musuh bebuyutan, AS, yakni Rusia.

Informasi yang dihimpun VIVA Militer, Rabu 2 September 2020, latihan perang itu diberi sandi Operasi INDRA NAVY-2020.

Uji Kesiapan Operasi, Prajurit Puspenerbal TNI AL Gelar Latihan Terbang Malam

Latihan perang digelar di lokasi yang sama dengan yang dilangsungkan militer India dan Amerika Serikat beberapa bulan lalu, yakni di sekitar perairan Kepulauan Andaman dan Nicobar atau sebelah barat Provinsi Aceh.

Sebenarnya latihan perang ini direncanakan digelar di Vladivostok, Rusia. Hanya saja dibatalkan karena Pandemi COVID-19. Dan Rusia sempat mengusulkan di tempat lainnya.

Luar Biasa, Prajurit TNI Ini Rela Rugi Rp20 Juta Sebulan Demi Tolong Petani Singkong yang Menderita

Pada Operasi INDRA NAVY-2020 ini, militer Rusia akan mengerahkan kapal-kapal perang terhebat di dunia, mulai dari Kapal Perusak Admiral Vinogradov. Kapal Perusak Admiral Tributs, dan Boris Butoma.

Saat ini armada perang Rusia itu sedang berkunjung ke Pelabuhan Hambantota di Srilanka dan akan bergerak ke lokasi Operasi INDRA NAVY-2020 dalam waktu dekat ini.

Sementara itu, militer India akan mengerahkan armada perang laut terbaiknya, seperti Kapal Perusak Ranvijay, Kapal Fregat Sahyadri, Kapal Corvet Kiltan dan Kapal Tanker Shakti.

Selain itu militer kedua negara juga akan diperkuat armda tempur udara seperti helikopter serbu. Mereka akan akan berlatih penembakan senjata permukaan, latihan terbang laut dan latihan target udara.

Sebelumnya India menggelar latihan perang bersama Amerika sebagai upaya propaganda menakut-nakuti China. Kala itu India terprovokasi Amerika untuk menekan China, atas insiden konfrontasi maut antara tentara India dan China di Lembah Galwan, Ladakh Timur.

Perlu diketahui, perairan Andaman dan Nicobar merupakan salah satu wilayah yang dijadikan senjata bagi India untuk membuat ciut nyali China. Sebab, perairan itu merupakan gerbang masuk menuju Jalur Sutera, Selat Malaka.

Selat Malaka merupakan jalur lalu lintas perdagangan terpenting di dunia. Jika India sampai nekat mengerahkan pasukan menutup perairan Andaman dan Nicobar, maka dipastikan perekonomian China bakal terguncang hebat. Sebab, jalur itu merupakan lintasan kapal-kapal tanker minyak dari Timur Tengah dan Afrika menuju ke China dan lintasan kapal-kapal dagang China ke Timur Tengah dam Afrika.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya